Kepala Balai AIDS, TB dan Malaria Dinkes Papua, Berry Watori (Foto: iNews/Edy Siswanto )

Dikatakan, akibat Pandemi Covid-19, program malaria Provinsi Papua mengalami penurunan capaian kinerja. Minimnya pelaporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota membuat pelayanan dan pencegahan malaria di daerah tidak maksimal.

"Jadi akibat Covid-19, akibat ketakutan berlebihan berkunjung ke Faskes, akibat Stigma masyarakat dan lainnya membuat masyarakat enggan ke Faskes. Dan sebaliknya juga, tenaga medis ada yang terpapar, atau ada yang diminta membackup pelayanan Covid-19 I tingkat satgas, sehingga pelayanan juga tidak maksimal," ucapnya.

Sehingga pihaknya membuat terobosan cepat untuk pencegahan dan pemberantasan malaria di Papua. Review program aoan segera dilakukan untuk mengetahui kendala dilapangan dan solusi.

"Kita sudah rencanakan mereview program malaria diakhir Januari atau awal Februari sudah kita lakukan bersama rekanan. Kita inventarisir hingga ke daerah-daerah dan kemudian akan diidentifikasi permasalahan," ucapnya.


Editor : Nani Suherni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network