Barang bukti truk pengangkut BBM subsidi yang diamankan tim Ditreskrimsus Polda Papua Barat bersama tujuh orang tersangka. (Foto : ANTARA/HANS ARNOLD KAPISA)
Antara

MANOKWARI, iNews.id - Polda Papua Barat menetapkan tujuh tersangka dugaan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Manokwari. Penetapan ini setelah terpenuhinya dua alat bukti dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

"Tujuh tersangka sudah ditahan di Rutan Polda Papua Barat untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi, Selasa (9/8/2022).

Menurutnya, kronologi bermula saat tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Papua Barat mengintai selama satu pekan. Mereka lalu menangkap para tersangka saat melakukan pengisian di salah satu SPBU penyalur Bio Solar subsidi di Manokwari.

"Pengisian di SPBU dilakukan dengan beragam modus mulai dari mengantre setiap hari, penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak benar, kendaraan pelat merah yang sengaja diganti plat hitam hingga memodifikasi tangki bahan bakar. Tujuannya dijual kembali agar mendapatkan keuntungan lebih," kata Adam.

Dalam kasus ini, sejumlah saksi telah diperiksa baik dari pemilik kendaraan, pengelola SPBU, pegawai Pertamina area Manokwari hingga saksi ahli dari BPH Migas sebelum tahapan penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan.

Sehingga melalui gelar perkara, ketujuh orang yang ditangkap berinisial RS, FA, AM, ME, MUI, MNR dan RH ditetapkan sebagai tersangka. Mereka punya peran masing-masing sebagai pemilik dan sopir kendaraan pengangkut BBM.

"Ketujuh tersangka dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar," ucapnya.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT