Ratusan personel Brimob bantuan dari Mabes Polri tiba di Bandara Wamena, Rabu (22/6/2022). Mereka akan ditempatkan di Jayawijaya selama sebulan. (Foto: Antara)
Edy Siswanto

JAYAPURA, iNews.id -  Warga Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua diminta ikut menjaga situasi wilayahnya agar tetap kondusif. 

Hal itu diungkapkan Kepala Suku Lembah Baliem Wamena Kabupaten Jayawijaya, Naligi Kurisi menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi di wilayahnya.

"Ada banyak peristiwa yang terjadi disini, dari mulai demo DOB sampai kasus pembunuhan Brimob Diego Rumaropen. Saya sebagai Kepala Suku meminta semua pihak, mari kita jaga bersama-sama Wamena ini agar tetap aman dan kondusif," katanya, Jumat (24/6/2022).

Menurutnya, terkait pemekaran atau DOB, pemerintah telah menyetujui adanya pemekaran Papua menjadi empat provinsi dengan tambahan 3 provinsi baru, perlu didukung agar pelaksanaannya bisa sesuai harapan bersama.

"Bapak Gubernur juga sudah menyepakati adanya pemekaran,  sehingga pro kontra hendakknya dihilangkan dan mari menyamakan persepsi untuk pembangunan Papua kedepan," katanya.

Terkait kasus penyerangan terhadap anggota Brimob, Bripda Diego Rumaropen oleh KKB, Naligi berharap peristiwa itu harus menjadi pembelajaran untuk semua aparat keamanan agar jangan lengah dalam bertugas. 

"Saya juga mengapresiasi hukuman tegas yang diberikan Kapolda Papua terhadap Danki Brimob yang diduga melanggar SOP. Ini hendaknya juga dijadikan pelajaran berharga," ujarnya. 

Dia juga berharap para pelaku penyerangan harus segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Mari jaga Wamena supaya bisa aman dan damai, supaya aktivitas berjalan baik dan tidak merugikan kita bersama," katanya.

Insiden penyerangan terhadap anggota Brimob Bripda Diego di Napua yang berlokasi sekitar lima kilometer dari Wamena berawal saat AKP R ditelepon salah seorang warga (AM) yang meminta tolong agar menembak sapinya yang ada di Napua.

Atas permintaan itulah kemudian AKP R bersama korban dan seorang anggota yang bertugas mengemudikan kendaraan, Sabtu (18/6/2022), ke tempat kejadian perkara (TKP) hingga beberapa saat kemudian terjadi insiden tersebut.
 
Dua pucuk senjata api organik Polri yang diambil para pelaku yang merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga pimpinan Egianus Kogoya itu adalah jenis AK101 dan senjata api jenis SSG08 (sniper).


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA TERKAIT