Setelah kontak tembak mereda, aparat melakukan penyisiran di lokasi dan menemukan sejumlah barang yang diduga milik kelompok KKB, di antaranya sepatu bot, alat pengisi amunisi, sangkur, pakaian, rokok, handphone (HP), tas noken serta pengisi daya.
Meski terjadi baku tembak intens, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh personel dilaporkan dalam kondisi aman.
“Operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan aksi kelompok bersenjata serta melindungi masyarakat. Kami akan terus melakukan patroli intensif dan tindakan tegas yang terukur terhadap setiap gangguan keamanan,” ujar AKBP Andria dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Dia menduga, serangan ini telah direncanakan sebelumnya oleh KKB atau dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu sebagai bagian dari upaya menciptakan gangguan keamanan di wilayah Dekai, usai pelaksanaan ritual adat bakar batu pada 11 April 2026.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait