TNI AL mengamankan 6 orang diduga intelijen asing di Kaltara. (Foto: Dok. TNI AL).
Kurnia Illahi

JAKARTA, iNews.id - Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI Angkatan Laut (AL) BKO Guspurla Koarmada II mengamankan enam orang di perbatasan Indonesia-Malaysia. Enam orang yang diduga melakukan spionase itu terdiri dari tiga WNI dan tiga WNA. 

Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL BKO Guspurla Koarmada II yang saat ini melaksanakan tugas di Pos Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara berhasil mengamankan enam orang yang terdiri dari tiga orang WNI, yakni dan tiga orang WNA. 

Ketiga WNI berinisial EW 23 tahun, TR 40 tahun dan YY 40 tahun. Sedangkan tiga WNA berinisial LS 40 tahun, HK 40 tahun dan BJ 45 tahun.  

Komandan Pos Sei Pancang Lettu Mar Victor Aji Hersanto menjelaskan, kronologi kejadian ketika prajurit jaga Pos Sei Pancang Kopda Mar Mochamad Arif melihat kendaraan Avanza warna hitam akan melintasi di depan Pos. 

Selanjutnya, kata dia Kopda Mar Moch Arif memberhentikan kendaraan tersebut dan mengadakan pemeriksaan terhadap orang, dokumen dan barang. Saat itu diketahui di dalam mobil ada enam orang termasuk pengemudi tanpa membawa barang.

Dia menuturkan, setelah diketahui terdapat warga asing, selanjutnya penumpang dan pengemudi diarahkan untuk turun untuk diperiksa lanjutan di dalam pos. Dia kemudian memeriksa  kelengkapan dokumen dan handphone (HP) milik WNA tersebut. 

“Terdapat foto-foto bangunan pos penjagaan militer, patok perbatasan, pelabuhan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di galeri HP mereka, yang dilihat cara pengambilannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi” ujar Victor dikutip dari laman TNI AL, Jumat (22/7/2022).

Selanjutnya dia melaporkan temuan itu kepada Dansatgasmar Ambalat XXVIII Kapten Marinir Andreas Parsaulian Manalu.

Andreas selanjutnya menghubungi Tim Kopaska, BIN, BAIS, SGI, Intel Kodim 0911, Polsek Sebatik Timur dan Imigrasi untuk dilakukan koordinasi dan penanganan lanjutan. 

“Adapun pengambilan foto-foto secara Ilegal ini dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 tahun 2016.  Selanjutnya enam orang tersebut kami serahkan kepada pihak Imigrasi Sebatik untuk dilakukan proses selanjutnya dengan mengamankan para pelaku ke kantor Imigrasi Nunukan,” ucap Andreas. 


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT