Kendaraan pengangkut bantuan dari pemerintah pusat untuk masyarakat di Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua yang mengalami kekeringan akibat embun beku. (ANTARA/Penrem 172/PWY)
Antara

JAYAPURA, iNews.id - Anggota TNI dari Korem 172/Praja Wira Yakthi (PWY) berjalan kaki 4 km membawa bantuan ke masyarakat terdampak bencana kekeringan akibat fenomena embun beku di Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Bantuan ini awalnya diangkut dengan kendaraan hingga ke kawasan puncak Gunung Lembah, lalu dibawa dengan berjalan kaki menuju Kuyawage.

Danrem 172 PWY Brigjen TNI JO Sembiring mengatakan, bahan pangan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang saat ini sudah berada di Tiom, ibu kota Kabupaten Lanny Jaya.

"Masyarakat setempat yang meminta agar pengangkutan berbagai bantuan ke Kuyawage dengan berjalan kaki. Hal ini mengingat kawasan itu masih 'daerah merah' akibat adanya kelompok sipil bersenjata (KSB)," kata Sembiring, Kamis (4/8/2022).

Karena permintaan itulah, anggota hanya memantau  pelaksanaan pengiriman barang menggunakan kendaraan double cabin hingga ke puncak Gunung Lembah. Kemudian membawa bantuan dengan jalan kaki ke Kuyawage.

Di daerah tersebut ada Pos TNI AD yang berada di Balingga. Untuk sampai ke Kuyawage, akan melintasi Balingga terlebih dahulu.

Danrem menyebutkan, bencana alam kekeringan akibat embun beku itu terjadi di empat kampung, yaitu Kampung Luarem, Yugunomba, Tumbubur dan Uwome.

Disebutkan ada 548 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.740 jiwa terdampak. Kemudian empat orang dilaporkan meninggal.

"Bantuan ini bisa langsung diterbangkan ke Kuyawage, namun cuaca tidak bersahabat sehingga diturunkan di Tiom," katanya.

Dia menambahkan, secara bertahap berbagai bantuan, baik bahan makanan, pakaian, maupun selimut akan disalurkan ke warga yang terkena bencana.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT