Personel TNI saat kontak tembak dengan OPM di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (Foto: Dok. TNI).

Selain senjata api, TNI juga mengamankan puluhan butir peluru tajam, dua teleskop, beberapa bilah senjata tajam, serta selembar bendera Bintang Kejora.

Letjen TNI Lucky menyebut, Kopitua Heluka merupakan pimpinan kelompok yang pernah ditangkap dan dipenjara. Namun, dia melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Wamena pada 25 Februari 2025.

Dia juga menyebut Kopitua Heluka sebagai salah satu pimpinan kelompok yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan terhadap warga.

Selain itu, dia meminta agar pimpinan, anggota dan simpatisan OPM yang masih berada di hutan agar menyerahkan diri dan meletakkan senjata. Dia mengajak mereka kembali untuk bersama-sama membangun Papua.

Meski mengutamakan pendekatan persuasif, Lucky menegaskan TNI akan mengambil tindakan tegas dan terukur apabila kelompok tersebut melakukan perlawanan. Tindakan itu, kata dia, tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan aturan pelibatan atau Rules of Engagement (ROE).


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network