Kontak tembak Satgas Damai Cartenz dan KKB atau dikenal OPM di Yahukimo, Papua Pegunungan terjadi saat patroli. (Foto: Satgas Damai Cartenz).

YAHUKIMO, iNews.id - Kontak tembak antara Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo terjadi di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (15/4/2026). Insiden berlangsung saat aparat patroli rutin untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

Peristiwa bermula siang hari ketika tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo melintas di Jalan Trans Papua. Saat itu, tim mendapat tembakan dari KKB yang mengenai kendaraan taktis milik personel.

Aparat kemudian membalas tembakan sebagai respons serangan tersebut. Situasi kembali memanas ketika KKB atau yang dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu melepaskan tembakan dari dua arah, yakni sisi kanan dan kiri jalan.

Tim gabungan kembali melakukan tembakan balasan. Dari arah hutan juga terdengar teriakan yang mengindikasikan keberadaan kelompok bersenjata.

Selain itu, tim menemukan adanya pemalangan jalan menggunakan pepohonan yang sempat menghambat akses menuju Kampung Samboga. Berdasarkan penyelidikan awal, terdeteksi satu anggota KKB bersenjata berada di sekitar lokasi kejadian.

Setelah situasi mereda, tim gabungan menyisir tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sejumlah barang bukti, yakni sepasang sepatu bot hitam, stripper clip atau alat pengisi amunisi, sebilah sangkur, kaus hitam, lima bungkus rokok tembakau, handphone (HP), tas noken berwarna merah-hijau-hitam serta satu pengisi daya HP.

Satgas Damai Cartenz saat ini terus melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait keterlibatan anggota KKB dalam aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam peristiwa tersebut, situasi berhasil dikendalikan dan tidak terdapat korban jiwa dari kedua belah pihak. Seluruh personel dalam kondisi aman dan tetap siaga melanjutkan tugas pengamanan.

Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menegaskan bahwa akan terus meningkatkan patroli serta penegakan hukum secara terukur guna menjaga stabilitas keamanan di Papua.

“Operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan aksi kelompok bersenjata serta melindungi masyarakat. Kami akan terus melakukan patroli intensif dan tindakan tegas yang terukur terhadap setiap gangguan keamanan,” ujar AKBP Andria dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, KKB Kodap XVI Yahukimo diduga telah merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Dekai usai melaksanakan ritual adat bakar batu pada 11 April 2026. Patroli yang dilakukan aparat merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan tersebut.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Percayakan sepenuhnya kepada aparat dalam menangani situasi di lapangan, serta bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah,” ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network