Tradisi ini bertujuan untuk bersyukur, mengumpulkan sanak saudara dan kerabat dan menyambut kebahagiaan (kelahiran, perkawinan adat, penobatan kepala suku. Tradisi ini juga bentuk perdamaian atau mengakhiri permusuhan karena perang suku melibatkan orang banyak.
Dalam upacara ini, warga satu kampung menggelar ritual memasak bersama-sama. Warga akan membakar batu hingga benar-benar panas dan ditumpuk di atas makanan yang akan dimasak.
Selain itu, babi-babi dibawa ke tengah lapangan yang dikelilingi para tamu untuk dipanah dan dipotong, lalu dimasak. Seekor babi besar khusus akan dipotong dan dipersembahkan bagi roh nenek moyang.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait