Menurut Ni Luh Puspa, selama masa libur Idulfitri, kawasan PLBN Skouw diperkirakan tidak hanya mengalami peningkatan mobilitas pelintas batas, tetapi juga lonjakan kunjungan wisatawan yang memanfaatkan libur panjang Lebaran. Kondisi ini menjadikan kawasan perbatasan sebagai salah satu titik aktivitas masyarakat yang cukup ramai.
“Saat ini arus perlintasan masih terpantau normal dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, seluruh petugas Posko Terpadu tetap siaga penuh karena momentum libur Lebaran yang berpotensi memicu kenaikan aktivitas,” katanya.
Keberadaan Posko Terpadu ini juga mencerminkan peran strategis PLBN Skouw yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI sebagai garda terdepan pelayanan negara di timur Indonesia, sekaligus wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan perayaan Idulfitri berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat perbatasan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait