JAKARTA, iNews.id - Sejarah perubahan nama Irian Jaya menjadi Papua, provinsi yang terletak di paling timur wilayah Indonesia. Provinsi Papua sebelumnya bernama Irian Barat (1956-1973) dan Irian Jaya (1973-2000).
Saat ini Papua telah dimekarkan menjadi enam provinsi yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Papua Barat Daya.
Provinsi ini dulu dikenal dengan nama Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Presiden Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport. Nama ini tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.
Kemudian nama Irian Jaya berganti menjadi Papua sesuai UU No 21 Tahun 2001 Otonomi Khusus Papua yang tak lepas dari peran Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Nama ini melekat di hati masyarakat Papua hingga saat ini.
Pada masanya, tak ada gejolak berarti di Bumi Cenderawasih. Dalam kepemimpinan tahun 1999-2001, Gus Dur meninggalkan bekas mendalam bagi orang Papua. Dua bulan selepas dilantik atau tepatnya 30 Desember 1999 Gus Dur berkunjung ke Papua, ketika itu disebut Irian Jaya.
Gus Dur berani membuka ruang dialog yang semula tertutup, termasuk dengan pimpinan gerakan Papua Merdeka. Gus Dur memprioritaskan untuk membangun rasa saling percaya dengan rakyat Papua.
“Pada 30 Desember 1999 dimulai jam 8 malam dialog dengan berbagai elemen dilakukan di gedung pertemuan gubernuran di Jayapura. Meskipun dengan cara perwakilan, tetapi banyak sekali yang datang karena penjagaan tidak ketat,” dikutip dari artikel NU Online berjudul Alasan Gus Dur Ubah Nama Irian Jaya Menjadi Papua.
Dalam dialog itu Gus Dur mempersilakan mereka yang hadir untuk berbicara. Ada beragam pendapat, dari keras menuntut kemerdekaan sampai yang memuji pemerintah. Setelah semua pendapat diungkapkan, baru Gus Dur merespons. Dalam salah satu responsnya Gus Dur mengungkapkan keputusannya untuk mengubah nama Irian Jaya jadi Papua.
Pertama, menurut Gus Dur nama Irian itu jelek. Kata itu berasal dari bahasa Arab yang artinya telanjang (Urryan). Dulu ketika orang-orang Arab datang ke pulau itu dan menemukan masyarakatnya masih telanjang sehingga disebut Irian.
Kedua, dalam tradisi orang Jawa kalau punya anak sakit-sakitan, sang anak akan diganti namanya supaya sembuh.
“Biasanya sih namanya Slamet. Tapi saya sekarang ganti Irian Jaya menjadi Papua," kata Gus Dur ketika itu.
Perubahan nama Irian jadi Papua menjadi salah satu cara Gus Dur mengembalikan harkat martabat masyarakat Papua sebagai sesama warga bangsa Indonesia. Selanjutnya, Gus Dur juga memperbolehkan pengibaran bendera Bintang Kejora sebagai identitas bendera kultural Papua.
Gus Dur juga membantu membiayai penyelenggaraan kongres rakyat Papua. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari itu pun melarang pendekatan represif dan lebih mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat Papua.
Itulah sejarah perubahan nama Irian Jaya menjadi Papua. Sampai saat ini isu Papua selalu hangat baik di mata nasional maupun dunia internasional.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait