Truk dan alat berat yang dibakar saat terjadi amuk massa di Dogiyai, Papua Tengah, Sabtu (12/11/2022). (Foto : Ist)
Chanry Andrew Suripatty

DOGIYAI, iNews.id - Situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah berangsur pulih setelah terjadi amuk massa pada Sabtu (12/11/2022). Namun satu dari 11 pekerja jalan yang hilang belum ditemukan.

"Dari 12 orang warga pendatang yang dilaporkan hilang, 11 di antaranya telah ditemukan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal, Selasa (15/11/2022).

Kamal mengatakan, Polda Papua telah mengerahkan 2 SSK Brimob untuk mempertebal pengamanan di Dogiyai.

Polres Dogiyai yang dibantu Polda Papua menyelidiki penyebab kerusuhan itu. Berawal dari kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia 5 tahun bernama Noldy Goo, sejumlah massa mengamuk dan melakukan tindakan kerusuhan. 

Mereka membakar truk yang menabrak bocah itu dan sejumlah rumah yang berada di dekat lokasi yakni di Kampung Ikebo, Distrik Kamuu.

Akibat kerusuhan itu, 12 orang pendatang yang merupakan pekerja pembangunan jalan hilang. Setelah dilakukan pencarian, 11 orang berhasil ditemukan. 

Kerusuhan itu juga menewaskan seorang penjaga kios bernama Iqbal, dan tiga warga terluka akibat dibacok massa yang mengamuk.

Tak hanya masyarakat biasa, empat anggota Polri terluka akibat terkena panah hingga dievakuasi ke Nabire.

Polisi menduga amuk massa itu akibat provokasi kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang merupakan kelompok pendukung Papua Merdeka.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT