Jampidus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR saat bahas dugaan HAM berat di Paniai, Papua, Rabu (23/3/2022). (Foto: ist)
Felldy Utama

JAKARTA, iNews.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pendalaman terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dalam peristiwa di Paniai, Provinsi Papua tahun 2014. Hal ini disampaikan Jampidus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR, Rabu (23/3/2022).

"Hingga kini masih dalam proses pengumpulan alat bukti," kata Febrie, Rabu (23/3/2022).

Febrie mengatakan, proses pendalaman ini sebagai bentuk keseriusan Kejaksaan menyelesaikan perkara HAM. Dia memastikan tim penyidik kasus HAM berat Paniai masih terus bekerja dalam membuat terang perkara di Paniai tersebut.

"Untuk itu dalam menjalankan tugas, kami minta semua pihak dapat mendukung Kejaksaan dalam penegakan hukum yang berkualitas dan humanis," ujarnya.

Diketahui, Kejaksaan Agung saat ini sedang melakukan penyidikan kasus pelanggaran HAM berat Paniai yang terjadi di Papua 2014 lalu. Penyidikan dimulai sejak awal Desember tahun lalu dan dikerjakan 22 jaksa senior.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengklaim telah melakukan terobosan hukum dengan memulai penyidikan peristiwa Paniai 2014 tersebut.

Penyidikan Paniai juga disebut sebagai realisasi tujuh program prioritas kejaksaan tahun lalu, yakni penyelesaian dugaan pelanggaran HAM berat secara tuntas, bermartabat, diterima berbagai pihak dan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Saya sebagai penyidik HAM yang berat membuat terobosan untuk mengatasi kebuntuan hukum dengan melakukan penyidikan umum peristiwa pelanggaran HAM berat Paniai," ucap Burhanuddin.


Editor : Donald Karouw