"Kerangka dasar dari pemikiran para teolog Protestan ini didasarkan pada latar belakang sejarah Tanah Papua dan perjumpaan orang Papua dengan bangsa-bangsa lain di dunia,"ucapnya.
Dia menjelaskan, ada perbedaan pendapat di kalangan sejarawan tentang kapan Papua mulai dihuni, namun para teolog berpendapat bahwa peran penting bangsa-bangsa lain di sekitar Tanah Papua tidak dapat dan tidak boleh diabaikan. Sebab keterbukaan Tanah Papua terjadi karena kepeloporan bangsa-bangsa lain.
"Demikian dapat disebutkan bahwa Integrasi politik Tanah Papua ke dalam wilayah NKRI bukan saja terjadi pada tanggal 1 Mei 1963, tetapi sejauh ratusan tahun silam, Papua telah menjadi wilayah kesatuan maritim, kesatuan politik, kesatuan ekonomi dan kesatuan sosial-budaya yang utuh dengan kawasan lainnya di Nusantara," papar Freddy.
Karena itu, Freddy mengajak kaum moralis di Tanah Papua, untuk bersama-sama membangun Tanah Papua menurut kehendak Ilahi sampai nanti.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait