Kapolres Jayawijaya AKBP Muh Safei. (Foto: Antara).
Antara

WAMENA, iNews.id - Jajaran Polres Jayawijaya di Papua mengantisipasi rencana demonstrasi pada 14 Juni 2022. Demonstrasi tersebut dinilai tidak mendapatkan izin.

Kapolres Jayawijaya AKBP Muh Safei mengatakan, mereka telah melarang demonstrasi di Gedung DPRD Jayawijaya usai insiden oknum demonstran menarik patah tiang bendera dan mengakibatkan bendera Merah Putih terjatuh.

"Terkait besok tanggal 14 (Juni), muda-mudahan penanggung jawab aksi bisa berkoordinasi hal-hal yang perlu dibicarakan terkait dengan kondisi wilayah yang ada," ujar Safei di Wamena, Senin (13/6/2022).

Dia menuturkan, telah meminta kepada pimpinan demonstran agar hanya mengutus sejumlah perwakilan untuk menyampaikan aspirasinya.

"Kami sarankan hanya 50 orang saja yang bisa datang ke DPRD untuk berdialog tetapi koordinator masih pikir-pikir sehingga belum memberikan informasi terbaru terkait rencana mereka," tuturnya.

Menurutnya, larangan demonstrasi dengan jumlah massa besar karena pada tujuh kali demonstrasi di Jayawijaya, aktivitas sebagian masyarakat seperti perputaran ekonomi terhambat.

Polisi, kata dia sudah menerima selebaran yang dibagikan di media sosial bahwa massa tidak akan melakukan unjuk rasa melainkan ibadah bersama yang direncanakan berlangsung di Kantor Dewan Adat Papua Jayawijaya.

"Kami tetap monitor apakah itu jadi di situ, kemudian kegiatannya seperti apa. Tetapi kami dari kepolisian tetap melakukan upaya pencegahan untuk mencegah hal tidak diinginkan," katanya.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT