Kota Tembagapura, negeri di atas awan di tengah hutan Papua yang serasa berada Eropa. (Foto : YouTube)

JAKARTA, iNews.id - Tembagapura merupakan nama sebuah distrik setingkat kecamatan yang terletak di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kota kecil ini dibangun PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mendukung aktivitas pertambangan.

Tembagapura dikenal juga dengan sebutan negeri di atas awan. Suhu udaranya rendah berkisar 5-20 derajat celsius dan berkabut sepanjang hari dengan dikeliling bukit serta pegunungan indah seperti layaknya kota-kota di Eropa.

Kota ini letaknya di pegunungan Sudirman, tidak jauh dari Puncak Carstensz, puncak tertinggi di Oceania dan tertinggi kedua di benua Asia.

Tembagapura memiliki keindahan alam yang luar biasa. Ada banyak jembatan-jembatan kecil di sudut kota dan kabut putih yang menghiasi langit karena tempat ini jarang disinari matahari.

Di kawasan ini juga terdapat dua gunung yang merupakan kawasan tambang, yaitu Gunung Ertsberg dan Gunung Grasberg.

Sebagai kota kecil di tengah hutan Papua, Tembagapura dihuni berbagai suku dan daerah dari Indonesia, termasuk warga negara asing (WNA) yang bekerja di PTFI. 

Pemukiman PT Freeport di Tembagapura disebut juga MP68, yaitu lokasi pal mil ke-68 dari Pelabuhan Amamapare di Pantai Mimika Timur Jauh. Di kawasan ini, hampir seluruh bangunan dan jalan berarsitektur mirip Eropa.

MP68 terletak di lembah Mulkini, kaki Gunung Zaagkam dan merupakan tanah asli marga Natkime. Sebelum kedatangan PT Freeport Indonesia, lembah Mulkini merupakan tanah perang dan lahan tani masyarakat Amungme dari Waa dan dihuni beberapa ratus warga marga Natkime.

Kendati lokasinya terpencil, Kelurahan Tembagapura di sekitar MP68 mempunyai fasilitas relatif lengkap seperti kota kecil di Amerika Serikat. Misalnya rumah sakit, pasar swalayan modern, pusat perbelanjaan, gelanggang olahraga, perpustakaan, kantor pos, kafe, salon, penerangan jalan dan transportasi umum dalam kota.

Di MP68 terdapat Mt Zaagkam International School (MZS), sekolah Internasional paling terpencil di dunia yang diperuntukkan bagi anak-anak WNA yang bekerja di PTFI. Sementara anak-anak WNI bersekolah di SD dan SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Tembagapura di MP68.

Keberadaan Ertsberg dan Grasberg sebagai aset negara di Distrik Tembagapura membuatnya dijaga ketat aparat keamanan. Inilah mengapa Tembagapura menjadi distrik yang paling termiliterisasi di seluruh Indonesia.

Militerisasi ini juga dilakukan untuk mengantisipasi serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata, seperti penembakan, penculikan  dan sabotase operasional PTFI.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network