"Sehinga mereka merasa puas atas perhatian dari pemerintah. Belum lagi banyaknya infrastruktur dan pembangunan di Papua mulai dapat dinikmati masyarakat," tuturnya.
Ali mengatakan, setelah para tetua mereka meninggal, pada titik inilah OPM sudah tidak ada, terputus alias sudah punah karena secara tidak langsung gerakan OPM tidak dilanjutkan oleh keluarga mereka.
"Sebagai contoh, Ketua Dewan Adat Presedium Papua saat itu, Bapak Theys H Eluay yang merupakan tokoh perjungan Papua merdeka kini anaknya, Yanto Eluay telah mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Jayapura dan terus melakukan terobosan bersama pemerintah untuk membangun Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Menurutnya ketika negara sudah sangat memberikan perhatian kepada masyarakat Papua baik kesejahteraan, kesempatan belajar dan menduduki pemerintahan, yang dulu mereka menyebut dirinya OPM sekarang adalah bagaian dari warga negara Indonesia.
Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait