Ilustrasi gelombang tinggi. (Antara)
Antara

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga empat meter di perairan Indonesia pada Selasa (6/9/2022) dan Rabu (7/9/2022). Wilayah yang berpotensi terdampak gelombang tinggi yakni perairan Papua meliputi Biak-Jayapura dan Laut Arafura bagian timur.

Dalam keterangan tertulisnya, BMKG menyebut pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan berkisar lima hingga 20 knot. Angin dengan kecepatan yang sama turut mendominasi wilayah Indonesia bagian Selatan yang bergerak dari timur ke tenggara.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan selatan Banten dan Jawa Barat, Laut Sulawesi, serta Laut Arafura bagian timur.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter yang berpeluang melanda perairan utara Sabang, perairan barat Aceh-Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu-Lampung, Selat Sunda bagian barat, perairan selatan Jawa Tengah-Sumba, perairan Pulau Sawu-Rote, Laut Sawu bagian selatan, Laut Sulawesi, perairan utara Biak-Jayapura, dan Laut Arafura bagian timur.

Sedangkan gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, perairan selatan Jawa Barat, serta Samudra Hindia Selatan Jawa.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo ataupun kapal pesiar.

BMKG turut mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir perairan tersebut untuk meminimalisasi aktivitas dan selalu waspada.


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT