10 Hewan Endemik Indonesia, Nomor 3 Saking Indahnya hingga Disebut Turun dari Surga
PAPUA, iNews.id - Hewan endemik Indonesia merupakan salah satu sumber kekayaan yang ada hingga kini. Hewan endemik merupakan jenis hewan yang hidup dan menetap di suatu tempat atau wilayah tertentu sehingga terdapat ciri khas dari tempat tersebut.
Hewan endemik yang berasal dari suatu tempat tidak akan dapat ditemukan di tempat lain. Sebagian hewan-hewan endemik di Indonesia kini terancam punah.
Kondisi ini diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga kelangsungan hewan tersebut yang merupakan salah satu kekayaan dan keunikan Indonesia.
Satwa endemik yang juga dijadikan icon pulau Flores. Penduduk setempat biasa menyebutnya dengan nama ora.
Kadal raksasa itu merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan. Dilansir dari situs menlhk.go.id menjelaskan, pada 1980 pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komodo.
Tempat tersebut didirikan untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya di beberapa pulau. Pada 1977 Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai cagar manusia dan biosfer juga sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada 1991.
Komodo berukuran cukup besar 2-3 meter. Hewan ini sangat agresif. Dilansir dari situs Kominfo, komodo diduga mempunyai air liur sangat berbahaya karena mengandung bakteri, ternyata racun tersebut tidak terdapat pada air liurnya melainkan pada rahang bawah komodo terdapat kelenjar racun yang apabila masuk melalui gigitan akan menyebabkan kematian.
Hewan endemik Indonesia yang merupakan ciri khas dari pulau Bali ini biasa dikenal curik oleh masyarakat setempat. Burung yang satu ini bercirikan warna putih hampir sekujur tubuhnya kecuali pada bagian ujung ekor dan sayap yang berwarna hitam.
Jalak bali dapat ditemukan Taman Nasional Bali Barat. Hewan ini memiliki keunikan pada telurnya yaitu yang berwarna hijau kebiruan yang menjadikan telurnya terlihat indah dilihat.
Berasal dari daerah paling Timur Indonesia, yaitu Papua. Burung yang mendapat julukan “Bird of Paradise” karena keindahannya yang diumpamakan turun dari surga.
Habitat asli burung ini terdapat di dataran rendah seperti di wilayah Papua. Hal yang paling menonjol dari burung ini, memiliki bulu-bulu indah, khususnya pada jantan.
Burung cenderawasih beragam ukurannya 15 cm-110 cm, sesuai dengan spesiesnya.
Berada di penangkaran Way Kambas Lampung, tapi tak sedikit juga terdapat di Langkat. Hewan ini merupakan hewan nokturnal dalam sehari semalam dapat terus bergerak hingga 20 km.
Selain itu, gajah sumatera mempunyai berat 3-5 ton dengan tinggi 2-3 meter, ciri khas dari hewan ini merupakan memiliki dua tonjolan yang membuatnya berbeda dari jenis-jenis gajah lainnya.
Hewan endemik Indonesia jenis ini dapat ditemui di Taman Nasional Kerinci Seblat, Kawasan Ekosistem Ulu Masen dan Leuser di Aceh dan Sumatera Utara. Hal yang membuat hewan ini unik, yaitu mempunyai tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan harimau lainnya serta memiliki garis loreng yang lebih rapat.
Merupakan hewan yang berasal dari pulau Kalimantan. Jika dilihat bentuknya monyet ini tidak asing karena dengan ciri khasnya orang menjadi mudah untuk mengingat hidungnya yang besar.
Hewan yang satu ini memiliki julukan monyet belanda oleh penduduk setempat. Monyet ini mempunyai kebiasaan berbeda dari monyet lain yang biasanya membuat sarang untuk tempat tinggal. Bekantan ini lebih sering hidup di tempat seperti di tepi sungai.
Hewan ini dikenal dengan monyet kecil atau tangkasi. Banyak masyarakat yang belum terlalu mengenal hewan ini, bahkan terkadang dikira sebagai tikus karena mempunyai ekor panjang.
Namun, keberadaan Tarsius ini sebenarnya sangat dibutuhkan untuk menjaga ekosistem karena hewan ini memakan serangga yang menjadi hama bagi petani.
Merupakan hewan yang berasal dari Pulau Sumatera Utara. Hewan endemik Indonesia ini termasuk hewan yang cukup pemalu, sehingga mereka lebih sering dijumpai hidup berkelompok, yaitu 10 ekor dalam satu kawanan.
Hal yang unik dari monyet ini, mereka memiliki suara vokal kuat dari masing-masing kelompoknya sehingga dapat mempermudah mereka untuk mengenali kawanannya.
Hewan buas yang lebih dikenal dengan nama macam kumbang ini banyak ditemui di hutan tropis pulau Jawa. Jika dilihat dengan macan tutul lainnya, macan tutul jawa memiliki ukuran yang lebih kecil dan memiliki indra penglihatan serta penciuman yang tajam.
Hewan ini dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kukang merupakan hewan yang hidup secara nokturnal, mereka mempunyai ciri khas terdapat kelenjar racun pada bawah ketiaknya yang digunakan sebagai pertahanan dari lawan yang ingin memangsanya.
Itulah pemaparan seputar hewan endemik Indonesia dengan segala macam keunikan yang dimilikinya. Hewan-hewan endemik di atas ada beberapa yang sudah terancam punah sehingga pemerintah Indonesia membuat kebijakan untuk melakukan pelestarian dan memasukkan hewan tersebut ke daftar hewan yang dilindungi.
Editor: Kurnia Illahi