2 Polisi Luka-Luka saat Demo Banjir di Kota Sorong, 2 Mahasiswa Diamankan

Chanry Andrew Suripatty ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 21:45 WIB
2 Polisi Luka-Luka saat Demo Banjir di Kota Sorong, 2 Mahasiswa Diamankan
Petugas Polres Sorong Kota terlibat bentrok dengan mahasiswa saat berunjuk rasa di kantor Wali Kota Sorong, Kamis (30/7/2020). (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

SORONG, iNews.id - Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Banjir Kota Sorong di kantor wali kota, Kamis (30/7/2020) berlangsung ricuh. Polisi dan mahasiswa saling dorong yang berujung saling pukul, dengan kayu.

Akibat insiden itu, dua polisi mengalami luka-luka terkena pukulan benda tumpul. Dua oknum mahasiswa yang diduga sebagai provokator kemudian diamankan petugas.

Awalnya aksi Aliansi Mahasiswa yang menuntut Pemkot Sorong segera menyelesaikan masalah banjir berlangsung aman. Mereka awalnya melakukan longmarch menuju kantor wali kota.

Namun tiba di kantor wali kota, sejumlah mahasiswa membakar ban bekas. Aksi itu kemudian dilarang petugas Satpol PP. Larangan tersebut membuat mahasiswa marah hingga terjadi aksi adu mulut dan saling dorong.

Polisi yang hendak melerai justru mendapat perlawanan dari mahasiswa. Situasi semakin memanas di mana mahasiswa dan polisi, serta petugas Satpol PP terlibat aksi saling dorong dan saling pukul menggunakan kayu.

Kapolres Sorong kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan kepada wartawan mengatakan, tidak mentlerir aksi massa yang melakukan kekerasan, apalagi dua anggotanya terluka.

"Tadi ada informasi anggota saya yang kena, tetap kami proses. Anggota sekarang divisum setelah itu buat laporan polisi setelah itu kita lakukan upaya-upaya. Tetap diperiksa tidak ada ampun dari kita. Siapa pun apalagi anggota saya korban tetap kita buat laporan polisi," ujar AKBP Ary Nyoto Setiawan.

Menurut kapolres, jajarannya akan menerbitkan laporan untuk menyidik siapa pelaku yang menyebabkan kericuhan tersebut.

Koordinator aksi, Abdul Loklomin mengatakan, unjuk rasa mahasiswa ini sebagai bentuk perhatian kepada Pemkot Sorong agar lebih serius dalam menyelesaikan persoalan bencana banjir yang melanda Kota Sorong dan telah memakan korban jiwa berjumlah tujuh orang itu.

“Kami memberikan ultimatum kepada pemerintah, agar dalam satu bulan ke depan semua penanganan banjir di Kota Sorong harus tuntas,” katanya.

Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau yang menemui massa mengatakan, banjir di Kota Sorong bukan atas kemauan pemerintah.

“Bencana itu adalah peristiwa yang tidak pernah diduga. Kami telah melakukan langkah-langkah untuk penanganan banjir,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki