Amuk Massa di Keerom Papua Berlanjut, Giliran Kantor DPMK Dibakar

Chanry Andrew Suripatty ยท Kamis, 01 Oktober 2020 - 23:23:00 WIT
Amuk Massa di Keerom Papua Berlanjut, Giliran Kantor DPMK Dibakar
kantor DPMK Kabupaten Keerom menjadi sasaran amuk massa dengan cara dibakar. Massa sebelumnya membakar kantor Disnaker buntut pengumuman CPNS. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

KEROOM, iNews.idAmuk massa di Kabupaten Keerom, Papua berlanjut. Setelah membakar kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Keerom, Papua, massa yang tidak puas dengan hasil pengumuman CPNS kembali membakar kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), Kamis (1/10/2020).

Sebelum membakar kedua kantor itu, massa terlebih dulu merusak fasilitas kantor. Kondisi Keerom pun sempat memanas. Namun, perlahan sudah bisa dikendalikan petugas gabungan Polres Keerom. Ratusan warga yang emosi berhasil dipukul mundur. 

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyayangkan aksi pembakaran tersebut. 

Menurut Waterpauw, terkait penerimaan CPNS di Kabupaten Keroom, telah memenuhi kuota sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2002 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yaitu 80 persen bagi Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen non-OAP.

"Kami menyesali pembakaran terjadi. Kami tahu bahwa tenaga perawat, guru, dan dokter merupakan bidang yang membutuhkan keahlian dan kualitas spesifik. Mereka tidak menerima kekurangannya dan berharap semua harus dipenuhi pemerintah," kata Paulus Waterpauw. 

Jenderal Bintang Dua itu pun menegaskan, akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap siapa saja yang terlibat dalam aksi pembakaran kantor Disnaker Kabupaten Keerom.

Polisi masih berjaga di sekitar kompleks perkantoran yang dibakar. Sementara, api hingga kini belum selesai dipadamkan.

"Apa maksudnya main bakar. Tidak boleh kejadian seperti ini. Kami tetap proses hukum dan tangkap para pelakunya," katanya.

Dia mengaku sudah memerintahkan Kapolres Keerom AKBP Baktiar Joko Mujiono untuk mengusut kasus ini.

Mantan Kapolda Sumut ini menambahkan, pihaknya akan mencari pelaku pengerusakan dan pembakaran.

Selanjutnya, mengkungkap siapa saja provokator di balik pembakaran tersebut.

"Tadi Wakapolda bersama sejumlah pejabat utama Polda Papua sudah menuju lokasi kejadian untuk mem-back up penanganan kasus ini. Mereka akan olah TKP dan melakukan pemeriksaan," kata Paulus Waterpauw. 

Pjs Bupati Kabupaten Keerom, Ridwan Rumasukun mengatakan, pengumuman hasil ujian CPNS memang sempat ditunda sejak tiga bulan lalu.

“Setelah saya ditunjuk Pjs Bupati oleh gubernur beberapa hari lalu, pengumuman CPNS saya umumkan hari ini," kata Ridwan. 

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: