Awal 2018 Penembakan Kembali Terjadi di Areal Freeport

Chanry Andrew Suripatty ยท Senin, 01 Januari 2018 - 22:45 WIB
Awal 2018 Penembakan Kembali Terjadi di Areal Freeport
Jendela mobil rusak akibat penembakan oleh orang tak dikenal di area Mile 60, Tembagapura, Papua. (Foto: iNews/Chanry Andrew Surapatty)

TEMBAGAPURA, iNews.id - Aksi penembakan di Tembagapura, Papua, kembali terjadi di awal tahun 2018, Senin (01/1/2018). Sejumlah pelaku yang diduga kuat merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata ini menembak kendaraan operasional Freeport yang digunakan oleh Pasukan Satgas Amole.

Dari informasi yang didapatkan, penembakan tersebut terjadi pada pukul 07.52 WIT berlokasi di area Mile 60, Tembagapura, Papua. Pelaku menembaki kendaraan Nomor 01-3635 yang dikemudikan oleh Jerel Langi (SRM/Security Risk Management) dan Kendaraan Nomor 01-4606 yang dikemudikan oleh Benyamin.

Kedua mobil tersebut sedang memuat bahan makanan untuk pos-pos pengamaman di ruter perjalanan utama (RPU) Freeport.  Di tengah perjalanan tiba tiba kendaraan tersebut ditembak dari arah sebelah kanan jalan. Kejadian tersebut menyebabkan Jerel Langi terluka terkena serpihan kaca pada bagian pada jari manis dan jari kelingking sebelah kanan. Sementara untuk kendaraan 01.4606 mengalami tembakan sebanyak tiga kali.

Mendapat laporan kejadian tersebut, pukul 08.15 WIT, dua unit kendaraan QRF yakni LWB 01.4938 yang dikemudikan Decroli dan LWB 01.3576 yang dikemudikan Hari Oktaviyanto bersama dengan Satgas Gegana NTB langsung menuju ke lokasi. Setibanya di sekitar lokasi kejadian, kedua mobil tersebut juga ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK) dari arah sebelah kanan (menuju timika).

Selanjutnya anggota satgas membalas tembakan ke arah kanan jalan. Dari kejadian tersebut, pengemudui kendaraan QRF 01.4938 yakni Decroli, terkena serpihan kaca di bagian ruas tangan kanan bawah. Sementara Bripka Nur, anggota Satgas yang ikut di mobil tersebut terkena serpihan peluru pada jari manis sebelah kanan.

Pukul 09.00 WIT ambulans Nomor 01.5688 menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban, dengan dikawal oleh anggota satgas. 45 menit kemudian, ambulans di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit (RS) Tembagapura. Ketiga korban pun kemudian menjalani pemeriksaan serta perawatan medis.

Tak berapa lama, korban atas nama Benyamin diperbolehkan pulang lantaran hanya menderita luka ringan. Sementara Jerel Langi dan Bripka Nur masih dalam observasi dan perawatan tim medis RS Tembagapura dengan kondisi sadar dan dapat berkomunikasi. Hingga kini, kendaraan pengangkut bahan makanan yang digunakan para korban dilaporkan masih berada di pos pengamanan area mile 60.


Editor : Himas Puspito Putra