Batal Lockdown, Papua Terapkan PPKM Level 4 dan Perketat Perbatasan RI-PNG

Omega Batkorumbawa ยท Rabu, 04 Agustus 2021 - 01:11:00 WIT
Batal Lockdown, Papua Terapkan PPKM Level 4 dan Perketat Perbatasan RI-PNG
Gubernur Papua Lukas Enembe. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua batal menerapkan kebijakan lockdown, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat. Daerah berjuluk Bumi Cenderawasih ini kembali diikutsertakan dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 mulai hari ini, selasa (3/8/2021) hingga 9 Agustus.

Gubernur Papua Lukas Enembe melalui Juru Bicara Rifai Darus menyampaikan, dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 28 Tahun 2021, ada tiga daerah di Papua akan melaksanakan PPKM level 4, yakni Kabupaten Mimika, Merauke dan Kota Jayapura.

"Sementara PPKM level 3 ada di sembikan kabupaten dan level 2 ada di 17 kabupaten di wilayah Papua," kata Rifai dalam siaran pers yang diterima, Selasa (3/8/2021). 

Daerah-daerah di Papua yang menggelar PPKM Level 3, yakni Kabupaten Asmat, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Jayapura. Selanjutnya, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Keerom, Kabupaten Nabire, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Supiori. Hal itu tertuang dalam Inmendagri Nomor 29 Tahun 2021.

Lukas Enembe meminta agar Tim Satgas Covid-19 untuk fokus menerapkan PPKM level 4 dan bekerja secara maksimal dalam pencegahan penularan Covid-19 di Papua. Dia menginstruksikan kepada tim memprioritaskan dan mengutamakan keselamatan masyarakat Papua selama penerapan kebijakan tersebut.

"Gubernur juga akan memantau dan memonitoring serta mempercepat vaksinasi bagi masyarakat Papua, khususnya di daerah atau klaster yang akan melaksanakan PON nantinya," kata Rifai.

Selain itu, melihat Papua yang  berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini, Lukas Enembe menegaskan pintu perbatasan tetap ditutup. Penutupan ini berlaku sampai PPKM level 4 berakhir.

Sementara Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri, Suzana Wanggai menambahkan, penutupan gerbang perbatasan kedua negara RI-PNG hanya diperketat. Perbatasan tetap masih bisa dibuka ketika ada permintaan khusus.

"Ini bukan menutup total ya, namun bisa saja dibuka untuk perlintasan khusus, seperti ada pemulangan warga baik WNI dari PNG ke Indonesia maupun warga negara PNG Dari Indonesia ke PNG. Itu pun dengan persetujuan dua pemerintah," kata Suzana Wanggai saat dihubungi MPI melalui telephone selulernya.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: