get app
inews
Aa Text
Read Next : Jejak Kejahatan Anggota KKB Iron Heluka, Pembakar Gedung Samsat Yahukimo

Bukan Papeda, Para Siswa SMA Gabungan Jayapura Buat Es Krim dari Sagu

Kamis, 16 Juni 2022 - 14:04:00 WIT
Bukan Papeda, Para Siswa SMA Gabungan Jayapura Buat Es Krim dari Sagu
Es krim sagu buatan siswa-siswa SMA Gabungan Jayapura, Papua. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

JAYAPURA, iNews.id - Sagu merupakan bahan pokok pangan lokal bagi masyarakat di Papua yang biasa diolah menjadi makanan papeda. Siapa sangka, para siswa SMA Gabungan di Kota Jayapura mampu mengolahnya menjadi es krim yang lezat.

Es krim berbahan sagu ini menjadi salah satu Proyek Penguatan Profil Pancasila yang menjadi fokus program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

"Kami coba dengan kewirausahaan es krim sagu yang mengangkat kearifan lokal," ujar Kepala SMA Gabungan Jayapura Sandra Titihalawa saat ditemui wartawan bersama perwakilan Kemendikbud Ristek di Jayapura, Selasa (14/6/2022).

Selain mengangkat kearifan lokal, Sandra menuturkan lewat kegiatan membuat es krim sagu, para siswa belajar untuk memiliki Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong dan kreatif.

Menurutnya, ada enam elemen dalam Program Profil Pelajar Pancasila, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinnekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif.

"Kami fokus ke proses belajar (membuat es krim berbahan sagu), ada nilai gotong-royongnya," kata Sandra.

Dalam prosesnya, para siswa dikelompokkan lalu bersama belajar membuat es krim sagu dengan dilatih serta didampingi guru. Siswa juga diajarkan tentang perhitungan laba dan cara pemasaran kepada pelanggan.

Salah satu siswa kelas X Nona Raisa Papuana Paisei (15) mengaku awalnya merasa terkejut dan ragu ketika guru mengajak untuk membuat es krim sagu. Sebab dia belum pernah tahu atau mendengar informasi es krim bisa dibuat dari sagu.

"Awalnya kaget, memang bisa es krim dibuat dari sagu. Tapi, guru bilang bisa," ujar Nona.

Namun, anggota pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) itu menuturkan guru meyakinkan mereka sagu bisa diolah menjadi es krim. Setelah membuatnya, siswa bisa melihat hasil nyata berupa es krim dari sagu.

Nona mendapatkan pelajaran untuk bekerja sama dalam kelompok dan berinovasi, sagu bukan hanya bisa menjadi papeda, makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua, tapi juga bisa diolah menjadi produk lain yakni es krim.

Siswa lain dari kelas X Billy Ruland (17) mengaku proyek membuat es krim sagu sangat bermanfaat bagi siswa. Selain menyenangkan mengetahui hal baru, sagu bisa diolah menjadi makanan selain papeda, proyek tersebut juga memberikan wawasan untuk membekali pengetahuan siswa tentang wirausaha.

Es krim sagu berpeluang untuk menjadi suatu usaha di kemudian hari jika digeluti dengan baik dan menjadi modal siswa untuk berwirausaha sehingga ke depan bisa mandiri.

"Membuat es krim, kami bisa berdagang seperti menjual, kami ada pemasukan sendiri, tambah ke uang OSIS," tutur anggota pengurus OSIS tersebut.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut