Cerita Pilu Keluarga Staf KPU Yahukimo yang Dibunuh OTK: Janji ke Papua Tinggal Rencana

Kuntadi ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:29 WIT
Cerita Pilu Keluarga Staf KPU Yahukimo yang Dibunuh OTK: Janji ke Papua Tinggal Rencana
Staf KPU Yahukimo Henry Jovinski semasa hidup. (Foto: Istimewa)

SLEMAN, iNews.id – Keluarga masih tidak percaya Henry Jovinski (25), meninggal dunia dengan cara yang tragis. Staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yahukimo, Papua, itu ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK) dalam perjalanan.

Jenazah Henry Jovinsky dimakamkan di Sleman, Yogyakarta, Kamis (13/8/2020) siang. Keluarga yang mengantarkan ke permakaman menangis histeris saat peti jenazah diturunkan ke liang lahat.

Ayah korban, Sugeng Kusharyanto yang ditemui di rumah duka di Desa Sidokarto, Godean, Kabupaten Sleman, DIY, sebelumnya mengatakan, Hendry diterima menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di KPU Provinsi Papua pada 2019 lalu.

"Dia sempat mengabarkan pada Sabtu (8/8/2020) lalu, dirinya diperbantukan ke KPU Yahukimo karena akan ada pilkada," kata Sugeng, Rabu (13/8/2020).

Sugeng mengatakan, di mata keluarga, Henry seorang anak yang tabah dan berani. Saat terjadi kerusuhan di Papua dan terjadi aksi pembakaran KPU, dia tetap tabah dalam bertugas. Tahun lalu dia sempat pulang ke Purwokerto dan mampir di Yogyakarta sebelum berangkat ke Papua.

Keluarga masih sulit menerima Henry meninggalkan mereka secepat itu. Dia diterima menjadi ASN di KPU Provinsi Papua pada 2019 lalu. Kepada keluarganya, pada Sabtu (8/8/2020) lalu mengabarkan diperbantukan ke KPU Yahukimo karena akan ada pilkada.

Korban selama ini memang aktif berkomunikasi dengan keluarga. Ketika pekerjaan tidak padat, Hendry masih menyempatkan menghubungi keluarganya lewat telepon. Bahkan, Henry menelepon ibunya minimal dua kali dalam sepekan.

Dari komunikasi selama ini, keluarga pun berencana hendak mengunjungi Henry di Papua. Keluarga ingin melepas rindu pada anak pertama dari dua bersaudara itu. Namun, rencana tersebut tidak mungkin lagi direalisasikan karena Henry sudah tiada.

“Keluarga rencana tahun besok akan ke Papua, namun Henry malah sudah tiada,” katanya.

Sugeng juga tidak habis pikir mengapa putranya harus kehilangan nyawa karena dibunuh dan dengan alasan tidak jelas. Dia bekerja sebagai staf IT, bukan sebagai pejabat KPU yang biasa tampil di depan.

“Kami selalu bertanya-tanya kenapa anak saya yang tidak punya jabatan apa-apa dibunuh,” katanya.

Informasi yang diperoleh keluarga, Henry dibunuh saat membonceng rekannya. Tanpa disadari, ada orang tidak dikenal menikamnya dari belakang. Sementara rekan Henry selamat dan berhasil kabur ke KPU. Saat dicek, korban sudah dalam kondisi terjatuh dengan luka tusuk.

Keluarga kini hanya berharap dan meminta agar kasus pembunuhan Henry Jovinski diusut tuntas. Polisi diminta segera menangkap pelaku dan diberikan hukuman yang setimpal.

“Saya minta kasus diusut tuntas, pelaku dikasih hukuman yang setimpal,” kata Sugeng Kusharyanto.

“Keluarga ikhlas tetapi kami meminta kasus ini diungkap secara transparan,” katanya.


Editor : Maria Christina