Curah Hujan Tinggi, Banjir dan Longsor Terjang Jayapura Papua
JAYAPURA, iNews.id – Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah kawasan di Kota Jayapura dan sekitarnya terkena banjir dan tanah longsor, Jumat (23/2/2019) malam. Masyarakat pun terpantau mulai membersihkan areal terdampak banjir Sabtu (23/2/2019) pagi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura Bernard Lamia mengatakan, ada laporan banjir di kawasan pemukiman warga, pasar hingga terjadi tanah longsor. Selain banjir, musibah tanah longsor juga terjadi di jalan menuju Nafri.
"Memang cukup banyak lokasi yang terkena banjir," kata Lamia di Jayapura, Sabtu (23/2/2019).
Musibah banjir ini menggenangi kawasan SMA Negeri 4 Entrop dan Organda, juga di Perumnas 4 dan belakang Uncen. Bahkan setinggi dada orang dewasa juga terjadi di belakang Pasar Youtefa. Hal itu menyebabkan warga menutup akses jalan yang melintasi jalan baru dari vihara ke Tanah Hitam.
Akibat ketingginan banjir di kawasan Pasar Youtefa, aktivitas warga dan pedagang pun nyaris lumpuh. Para pedagang tampak menjajakan jualan di pinggiran jalan karena air merendam kios bangunan mereka.
Hujan deras ini mengakibatkan air Kali Acai meluap dan menggenangi perumahan warga yang ada di sepanjang sungai tersebut. Warga dan pedagang kini kesulitan akibat banyak akses jalan terendam banjir dan menimbulkan kemacetan.
Margareta Pasau, salah satu warga yang tinggal di Jalan Worot, Abepura, mengaku harus bekerja keras mengeluarkan air dari dalam rumahnya. Dia bersih-bersih sepanjang dini hari akibat luapan air masuk dalam rumah.
"Sudah lama sekali tidak banjir, tapi sekali banjir langsung setinggi ini. Pagi-pagi kami bangun lalu kerja bakti bersihkan rumah," ujarnya.
Sementara itu, BBMKG Wilayah V Jayapura telah mengirimkan informasi tentang peringatan dini cuaca Jayapura untuk Sabtu (23/2/2019) pukul 04.25 WIT. Cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk wilayah Jayapura utara, Jayapura selatan Abepura, Heram dan Muara Tami.
Editor: Donald Karouw