Detik-Detik Pasukan Khusus TNI Jadi Hantu saat Penyergapan Pemberontak di Afrika

Andi Mohammad Ikhbal ยท Rabu, 24 November 2021 - 15:35:00 WIT
Detik-Detik Pasukan Khusus TNI Jadi Hantu saat Penyergapan Pemberontak di Afrika
Prajurit Kopassus di hutan belantara Papua saat operasi pembebasan wilayah yang dulu disebut Irian Barat itu. (Foto: Istimewa)

JAYAPURA, iNews.id - Detik-detik pasukan khusus TNI jadi hantu saat penyergapan pemberontak di Afrika menjadi salah satu prestasi Kopassus di mata dunia. Tim dengan jumlah 30 orang mampu menaklukkan 3.000 tentara musuh.

Prajurit Kopassus yang tergabung dalam Kontingen Garuda III saat itu menjadi bagian dari Pasukan Perdamaian Indonesia di Kongo. Kisah ini diceritakan Letjen (Purn) Kemal Idris (alm) dalam buku biografi "Kemal Idris, Bertarung dalam Revolusi".

Pada Tahun 1962, Persatuan Bangsa Bagsa (PBB) memerintahkan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Negara Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Indonesia memberangkatkan Batalyon 531 Raiders, satuan-satuan Kodam II Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur tempur lainnya, termasuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang waktu itu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Pasukan Konga III dipimpin Kemal Idris yang saat itu masih berpangkat Brigjen TNI. Sebanyak 3.457 tentara Konga III berangkat dengan pesawat pada Desember 1962. Mereka ditugaskan di Albertville, Kongo selama 8 bulan di bawah naungan United Nations Operation in the Congo (UNOC).

Daerah yang menjadi medan operasi pasukan KONGA III terkenal sangat berbahaya. Sebab di wilayah itu terdapat milisi pemberontak dengan pimpinan Moises Tsombee. Pasukan Moises selalu membuat kekacauan di daerah ini.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: