Ditikam dari Belakang, Begini Kronologi Tewasnya Staf KPU di Yahukimo

Antara ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:27 WIT
Ditikam dari Belakang, Begini Kronologi Tewasnya Staf KPU di Yahukimo
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Foto: Salman Mardira/Okezone)

YAHUKIMO, iNews.id - Staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yahukimo Hendrik Johpinski (25) tewas diserang orang tak dikenal (OTK) di Dekai, Papua. Saat itu, dia tidak bertugas melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

"Memang korban Hendrik adalah ASN yang bertugas di KPU Yahukimo, namun saat insiden yang menewaskan dirinya, yang bersangkutan tidak sedang menjalankan tugas apalagi melakukan coklit terkait tahapan pilkada," kata Kapolda Irjen Paulus Waterpauw, Rabu (12/8/2020).

Waterpauw menambahkan, dari laporan yang diterima, insiden itu terjadi Selasa (11/8/2020) sekitar pukul 14.30 WIT. Saat itu korban yang dibonceng rekannya Kenan Mohi (38) dalam perjalanan kembali ke Dekai menggunakan sepeda motor, setelah mengantar obat untuk istri Kenan Mohi yakni Karolina Pahabol.

"Saat berada di perjalanan, keduanya diadang warga yang menanyakan asal korban dan minta keluarkan KTP. Namun, saat korban mengeluarkan KTP, dia ditikam dari belakang," kata dia.

Melihat korban dianiaya, kata dia, Mohi sempat berupaya menolong namun tiba-tiba datang seorang warga dari arah hutan ikut menyerang korban.

"Belum diketahui pasti motifnya, namun dari keterangan Mohi terungkap para pelaku usai melakukan aksinya langsung berjalan ke arah hutan," kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini pasangan suami istri yakni Kenan Mohi dan Karolina Pahabol sedang dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolres Yahukimo di Dekai. Kenan Mohi sempat menyatakan mendengar penyerang menyatakan ke korban "Kamu Indonesia ya".

"Saya sudah menyampaikan ke anggota KPU RI Hasyim Asy'ari bila korban saat itu tidak dalam rangka tugas coklit," kata dia.

Korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) akibat luka-luka yang dideritanya, dan saat ini jenazahnya disemayamkan di masjid Dekai. Jenazah akan dievakuasi ke Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (12/8/2020).


Editor : Nur Ichsan Yuniarto