Dokter Spesialis yang Bersedia Tugas di Papua Barat Bakal Digaji Pemprov Rp80 Juta

Antara ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 06:30:00 WIT
Dokter Spesialis yang Bersedia Tugas di Papua Barat Bakal Digaji Pemprov Rp80 Juta
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan cenderamata kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada kunjungan kerja di Manokwari, Selasa (7/6/2020). (Foto: Antara)

MANOKWARI, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menawarkan gaji tinggi kepada dokter spesialis yang bersedia bertugas di wilayah provinsi ini. Bahkan, pemerintah daerah sanggup membayar gaji antara Rp75 juta hingga Rp80 juta per bulan untuk setiap orang.

Gubernur Dominggus Mandacan mengatakan, selain gaji tersebut, Pemprov Papua Barat juga akan menyiapkan tempat tinggal yang layak. Ini ditambah lagi dengan kendaraan operasional untuk dokter spesialis selama menjalankan tugas di Papua Barat.

Penawaran tinggi itu disampaikan Pemprov Papua Barat untuk menarik minat dokter spesialis agar bersedia mendaftar dan bekerja di wilayah ini. Papua Barat telah lama membuka penerimaan dokter spesialis sejak April lalu. Namun, tidak ada juga yang berminat dengan penawaran gaji sebelumnya Rp50 juta.

“Awalnya kita hanya siapkan gaji atau honor sebesar Rp50 juta dan fasilitas tempat tinggal juga kendaraan operasional. Tidak ada yang minat. Lalu, kami koordinasi dengan Kejaksaan juga BPK, akhirnya honornya kita naikkan menjadi Rp75 juta sampai Rp80 juta,” kata Gubernur pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Manokwari, Selasa (7/7/2020).

Rapat itu digelar bersama Menteri Koordintor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardob, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto,

Dominggus menjelaskan, Pemprov Papua Barat terus berupaya menekan penambahan pasien positif corona atau Covid-19. Namun, provinsi ini masih membutuhkan sejumlah dokter spesialis untuk penanganan pasien terjangkit virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan China itu.

Gubernur Dominggus Mandacan mengatakan, Provinsi Papua Barat membutuhkan paling tidak tujuh dokter spesialis. Mereka diharapkan bisa memperkuat pelayanan di sejumlah rumah sakit baik provinsi dan di daerah-daerah.

“Paling tidak tujuh dokter spesialis yang kita butuhkan, di antaranya spesialis paru, anestasi, radiologi dan patologi. Nanti akan kami tempatkan di rumah sakit provinsi dan daerah-daerah yang sangat membutuhkan dukungan dokter spesialis,” kata Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur berharap gugus tugas nasional maupun Kementerian Kesehatan membantu Papua Barat memenuhi kekurangan tenaga dokter tersebut. Dokter spesialis sangat dibutuhkan untuk memperlancar penanganan Covid-19.

Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan dalam penanganan Covid-19, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota juga terus berusaha melengkapi fasilitas dan tenaga kesehatan serta sarana pendukung lainya.

Di Papua Barat, saat ini sudah ada 14 rumah sakit rujukan Covid-19. Kementerian Kesehatan pun telah memberikan izin pengoperasian rumah sakit umum (RSU) provinsi di Manokwari.

“Untuk alat deteksi CovidD-19, di RSU provinsi sudah ada dua PCR (polymerase chain reaction) dan satu TCM (tes cepat molekuler) yang kita operasikan. Di Bintuni PCR juga ada dua, Kabupaten Sorong satu. Fakfak dan Teluk Wondama juga sudah mengoperasikan TCM,” katanya.

Dalam waktu dekat, rumah sakit umum daerah (RSUD) Manokwari pun akan mengoperasikan PCR. Saat ini beberapa tenaga kesehatan sedang menjalani pelatihan di laboratorium kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan.


Editor : Maria Christina