Dua Tenaga Medis Ditembak KKB, Begini Kata Satgas Covid-19 Provinsi Papua

Sindonews.com, Edy Siswanto ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 07:50 WIB
Dua Tenaga Medis Ditembak KKB, Begini Kata Satgas Covid-19 Provinsi Papua
Ilustrasi dua tenaga medis Covid-19 di Papua Ditembak KKB (Okezone)

JAYAPURA, iNews.id - Dua tenaga medis gugus tugas Covid-19 Intan Jaya bernama Eunico Somou dan Almalek Bagau ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Wandai Intan Jaya. Atas hal itu, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, mengecam aksi penembakan tersebut.

Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Aaron Rumainum, mengatakan, aksi KKB tersebut sangat mencederai dan melukai nurani semua petugas medis yang sedang bertugas melawan corona atau Covid-19.

“Kami mengecam aksi penganiayaan atau penembakan yang dilakukan KKB. Ini benar-benar mencederai nurani kita dan melukai semua petugas medis di Papua,” kata dr Aaron, Sabtu (23/5/2020).

Aaron menambahkan, pihaknya dan seluruh tim Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi berharap para korban segera dievakuasi. Termasuk korban kritis segera mendapat pertolongan medis.

"Atas nama Satgas Covid-19 Provinsi Papua, kami menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga ditinggalkan. Dan semoga yang masih dalam kondisi kritis segera mendapat pertolongan,” kata dia.

Aaron mengaku jika dirinya sangat mengenal korban Eunico yang dikabarkan meninggal dunia atas aksi brutal KKB tersebut. Berawal saat pelayanan medis di Puskesmas Sugapa 2003 silam.

“Euico Somau adalah anak yang baik. Pernah bantu saya waktu tidak ada tenaga kesehatan di Puskesmas Sugapa sekitar tahun 2003. Waktu itu dia masih sekolah SPK. Saya turut berduka dan kehilangan,” katanya.

Sebelumnya, dua tenaga medis yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 diserang saat menjalankan tugas di wilayah Distrik Wandai, Jumat (22/5/2020). Keduanya dianiaya dan ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kedua tenaga medis masing-masing, Almalek Bagau dan Eunico Somou. Akibat penembakan tersebut, Eunico Somou dikabarkan meninggal dunia sedangkan Almalek Bagau dalam keadaan kritis dan masih dirawat di Pastoran Bila.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto