Golkar Harap Gubernur Lukas Enembe Tunjuk Kadernya Jadi Wagub

Omega Batkorumbawa ยท Kamis, 15 Juli 2021 - 17:18:00 WIT
Golkar Harap Gubernur Lukas Enembe Tunjuk Kadernya Jadi Wagub
Wakila Ketua DPD Golkar Papua Max Kirey. (Foto: MNC Portal/Omega B)

JAYAPURA, iNews.id - DPD Golkar Papua berharap Gubernur Papua Lukas Enembe akan kembali menunjuk kader partai pohon beringin menjadi pendampingnya mengingat wagub sebelumnya berasal dari Golkar.

Sejauh ini baru ada dua nama yang diantarkan ke DPRD Papua untuk dipilih sebagai cawagub pengganti Klemen Tinal. Salah satunya Fernando Yansen Tinal yang merupakan adik kandung Klemen Tinal.

“Harapan kami, hanya minta ke gubernur dan teman-teman koalisi mau menerima Partai Golkar kembali artinya nama yang nanti diusulkan Golkar menjadi salah satu calon yang akan dibawa ke DPRD Papua," kata Wakil Ketua Golkar Papua, Max Richard Krey, Kamis (15/7/2021).

Max mengakui hingga kini partainya belum menentukan nama calon wakil gubernur (cawagub) ke Koalisi Papua Bangkit Jilid II untuk mendampingi tugas Gubernur Lukas Enembe.

Menurut Max, belum diajukannya nama cawagub karena masih menunggu keputusan DPP Golkar soal siapa yang pantas mendampingi Gubernur Lukas Eenembe.

“Kita belum lakukan rapat pleno internal dalam menentukan nama yang akan diusulkan, kami berharap dalam pekan ini kita sudah mendapatkan kandidat yang akan kita sampaikan kepada koalisi,” ujar Max.

Menyangkut keinginan Golkar sebagaimana yang dimaksudkan tersebut, lanjut Max memang belum secara langsung disampaikan kepada Gubernur maupun koalisi.

Dalam setiap rapat yang dibahas dalam koalisi masih terbatas pada usulan nama-nama dari masing-masing partai pendukung koalisi Papua Bangkit Jilid II.

“Jadi memang sampai saat belum ada penentuan siapa dua calon ini, dan ini yang masih digodok. Namun kami tetap berharap jatah satu nama itu diberikan kepada Golkar,” kata Max.

Bahkan saat ini Koalisi tengah melakukan koordinasi dengan biro hukum Pemprov Papua, Uncen termasuk pakar-pakar hukum agar mendapatkan bobot yang pas, dalam hal penentuan dua nama tersebut.

“Tujuannya juga agar kedepannya hasil keputusan koalisi ini tidak berbenturan dengan hukum,” katanya.

Max Krey juga meluruskan kembali bahwa hingga saat ini  DPD Golkar belum menggelar pleno internal untuk penentuan nama yang akan di usulkan, termasuk rekomendasi DPP soal nama yang akan diusulkan.

Sehingga jika ada kader ataupun pengurus Golkar yang menyebutkan nama kandidat, menurut Max itu merupakan tanggapan secara pribadi, sebab masih menunggu DPP secara resmi mengeluarkan nama untuk direkomendasikan.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: