Kapolri Diminta Berdayakan Perwira Orang Asli Papua di Jabatan Strategis

Antara · Jumat, 29 Januari 2021 - 15:25:00 WIT
Kapolri Diminta Berdayakan Perwira Orang Asli Papua di Jabatan Strategis
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Mantan Pangdam Cenderawasih Letjen (Purn) Herman Asaribab. (Foto: Antara).

SORONG, iNews.id - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo diminta memberdayakan para perwira orang asli Papua. Mereka bisa menduduki jabatan strategis di instansi kepolisian.

Anggota DPD RI asal Papua Barat, Filep Wamafma mengatakan, hal ini penting karena rasio orang asli Papua di instansi tersebut sangat terbatas.

"Jabatan ini bisa seperti Kapolres, Kapolda, bahkan di Mabes Polri," kata Filep dalam keterangannya, Jumat (29/1/2021).

Dia juga mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menjanjikan kenaikan pangkat untuk Kapolda Irjen Pol Paulus Waterpauw dengan jaminan keamanan di Papua.

Menurutnya, hal ini sudah dapat ditangani dengan baik oleh Kapolda Papua dengan cara pendekatan kultural ke masyarakat. Meski dia mengakui masih ada kontak senjata di sejumlah daerah.

"Tapi ini bukan menjadi tanggung jawab kapolda saja. Melainkan instansi TNI-Polri," ujar dia.

Dia mengatakan, bila dibandingkan dengan institusi TNI, mereka telah melakukan kaderisasi bagi putra-putri daerah di jabatan strategis, semisal mantan Wakasad TNI AD sempat diamanahkan kepada Letjen (Purn) Herman Asaribab.

Lalu Letjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau yang pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Teritorial TNI AD, dan Letjen TNI Ali Hamdan Bogra sebagai Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat.

Dia menilai, kebijakan penempatan jabatan di TNI bagi putra-putri asli Papua juga dapat dilakukan di unsur Polri untuk memberdayakan orang asli Papua.

"Sehingga, putra putri asli Papua yang mengabdikan dirinya di institusi Polri dapat diberikan amanah yang lebih besar, tidak hanya di wilayah Papua tetapi juga di luar Papua," katanya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: