Kisah Prajurit Kopassus Lolos dari Maut di Papua, 5 Hari Sembunyi di Tumpukan Mayat

Sindonews, Sucipto ยท Senin, 28 Juni 2021 - 18:54:00 WIT
Kisah Prajurit Kopassus Lolos dari Maut di Papua, 5 Hari Sembunyi di Tumpukan Mayat
Anggota satuan elite Kopassus dalam sebuah operasi. Tim intelijen Korps Baret Merah bernama Nanggala turut diterjunkan ke Papua untuk menumpas kelompok kriminal bersenjata. (Foto: Penkopassus).

JAKARTA, iNews.id – Kisah heroik ditunjukan para prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang sebelumnya bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dalam merebut Papua dari Belanda. Mereka rela tidur di tumpukan mayat selama lima hari hingga harus digigit semut merah.

Keberanian pasukan elite TNI AD itu membuat Belanda mati kutu hingga memaksa Negeri Kincir Angin itu angkat kaki dan menyerahkan Tanah Papua kepangkuan Ibu Pertiwi. 

Setelah Belanda menyerah, prajurit Kopassus kembali dihadapkan aksi kelompok bersenjata peninggalan Belanda yang memberontak dan ingin memisahkan diri dari NKRI.
  
Dikutip dalam buku “Sintong Panjaitan: Perjalanan Prajurit Para Komando” diceritakan bagaimana Sintong harus berjuang keras menundukkan kelompok pemberontak Lodewijk Mandatjan yang mengacau di Papua. 

Hal itu menyebabkan 14.000 orang terpaksa masuk ke hutan untuk menghindari kekerasan oleh kelompok bersenjata Lodewijk.Perjuangan Sintong pun melakukan pembersihan dan pengamanan akhirnya berhasil. 

Meski begitu, ada peristiwa menegangkan ketika nyawa Sintong nyaris saja melayang saat sebutir peluru melintas di atas kepalanya.  

Saat itu, Tim RPKAD melakukan pembersihan di dalam kota Kecamatan Warmare. Siang harinya Tim RPKAD kembali ke Manokwari.Truk yang mengangkut pasukan harus melewati daerah perbukitan yang rawan terjadi pernyergapan. 

Editor : Kastolani Marzuki