KKB Jadikan Warga Tameng Hidup saat Tembaki Pos Koramil Hitadipa di Intan Jaya

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 12 Oktober 2020 - 01:30:00 WIT
KKB Jadikan Warga Tameng Hidup saat Tembaki Pos Koramil Hitadipa di Intan Jaya
Pasukan TNI mengejar KKB yang menembaki Pos Koramil Hitadipa di Kabupaten Intan Jaya, Papua. (Foto: Puspenad)

JAKARTA, iNews.id – Tindakan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) semakin brutal dan tidak manusiawi. Mereka menjadikan masyarakat sebagai tameng hidup saat menyerang pos Koramil persiapan Hitadipa di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Minggu (11/10/2020) sore.

KKB menyerang dari tengah kampung masyarakat agar jatuh korban dari pihak masyarakat. Diduga masyarakat kampung tersebut berada di bawah ancaman KKB untuk menjadi tameng hidup saat mereka menyerang.

Dengan kekuatan kurang lebih 20 orang, KKB menembak dengan membabi buta dari Kampung Balamay yang terletak di ketinggian seberang sungai di belakang Koramil Hitadipa.

TNI berusaha menghalau serangan membabi buta KKB dengan tembakan peringatan agar mereka tidak mendekat dan tidak leluasa untuk membidik ke arah Pos TNI. Kejadian ini berlangsung sampai dengan pukul 15.30 WIT.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa, menegaskan, tidak ada korban dalam kontak tembak itu. “TNI dalam Pos Pertahanannya selalu berusaha menghindarkan korban dari masyarakat sipil,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10/2020).

Kapenkogab memperingatkan siapa pun yang ada di balik seranga itu agar menghentikan cara-cara yang tidak berperikemanusiaan dengan menggunakan masyarakat sipil sebagai tameng hidup.

Kapenkogab menjelaskan, Koramil persiapan Hitadipa dibangun untuk membantu mengamankan masyarakat dan pembangunan di daerah Intan Jaya.

“Bila KKB terus mengganggu ketertiban dan keamanan di Hitadipa, secara tidak langsung, hal ini akan menghambat pembangunan yang sedang berlangsung yang akhirnya berdampak pada terhambatnya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua," kata Kapen Kogabwilhan III.


Editor : Kastolani Marzuki