Kronologi Amuk Massa di Dogiyai, 18 Rumah Dibakar, 2 Aparat TNI Kena Panah

Chanry Andrew Suripatty ยท Senin, 23 Mei 2022 - 19:34:00 WIT
Kronologi Amuk Massa di Dogiyai, 18 Rumah Dibakar, 2 Aparat TNI Kena Panah
Amuk massa di Dogiyai, Papua mengakibatkan belasan rumah terbakar dan dua aparat TNI luka-luka kena panah. (Foto: MPI/Andrew Chanry Suripatty)

DOGIYAI, iNews.id - Sekelompok massa tidak dikenal membakar belasan rumah dan rumah toko (ruko) di Dogiyai, Papua, Minggu (22/5/2022) malam. Massa juga menyerang dua aparat TNI yang berada di lokasi.

Amuk massa tersebut mengakibatkan dua personel TNI dari Satgas Apter Kodim Persiapan, Kabupaten Dogiyai, Papua, mengalami luka serius. 

Kedua personel TNI itu masing-masing Praka Andi Purwanto dan Pratu Kukuh Prasetyo. Praka Andi Purwanto dilaporkan mengalami luka panah di bagian siku tangan kanan dan Pratu Kukuh Prasetyo mengalami luka panah di bagian lengan kiri atas. 

Kedua korban langsung dilarikan ke Unit Pelayanan RSUD Dogiyai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Dari informasi yang didapatkan MNC Portal Indonesia, kronologi kejadian itu berawal saat sekelompok massa tidak dikenal merusak ruko di Kampung Kimupugi dengan cara melempar batu. 

Mendapat informasi tersebut Personel gabungan TNI-Polri, Pasilog Satgas Apter BKO Kodim Persiapan Dogiyai Letda Arm Hafidz Bachtiar mendatangi TKP dan melaksanakan patroli gabungan di sekitar wilayah Distrik Kamuu. 

Melihat kehadiran personel gabungan TNI/Polri di TKP, sekelompok massa tidak dikenal langsung menyerang personel TNI/Polri. 

Sekelompok massa juga terus memprovokasi dengan mengumpulkan massa dengan melakukan ritual Tarian Waita. 

Mereka melakukan penggalangan massa dengan cara Tarian Waita. Penggalangan massa ini dilakukan di dua kampung, masing-masing kampung Ekimanida, Distrik Kamuu dan Kampung Ikebo, Distrik Kamuu. 

Melihat kondisi yang semakin brutal masyakarat perantauan di lokasi kejadian mulai mengamankan diri dengan mengungsi ke pos-pos keamanan yang berada di Kabupaten Dogiyai.

Dirkrimum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Rahmadani mengatakan, bantuan itu untuk memperkuat personel di Dogiyai guna mengatasi berulangnya pembakaran yang terjadi di wilayah itu.

Dia membenarkan, sejak Minggu (22/5/2022) malam terjadi pembakaran hingga menghanguskan sekitar 18 rumah warga, bahkan ada beberapa orang di antaranya terluka.

“Namun, berapa banyak yang terluka belum ada laporan lengkap karena hari ini, kami baru ke Dogiyai,” katanya, Senin (23/5/2022).

Dia mengatakan, pembakaran oleh kelompok masyarakat itu menyebabkan sekitar 180 orang mengungsi ke polsek, koramil, dan gereja.

Masyarakat yang mengungsi sebagian besar perempuan dan anak-anak, sedangkan laki-laki dewasa menjaga rumah atau kios yang mereka tinggali. "Saat ini aparat keamanan melakukan pengamanan di sejumlah kawasan di Dogiyai," kata Kombes Pol Faizal.

Berikut kronologi lengkap amuk massa pembakaran rumah di Dogiyai, Papua:

1. Pukul 01.12 WIT, massa dari Distrik Kamuu mulai melakukan penjarahan dan perusakan ruko di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. 

2. Pukul 02.13 WIT, mulai terdengar adanya suara tembakan peringatan (ke arah atas) dari anggota pos Satgas Kopasgat Yonko 462/Pulanggeni guna menghalau massa yang mencoba masuk ke Bandara Moanemani. 

3. Pukul 03.11 WIT, massa mulai membakar bengkel milik Sdr. Abas di Kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. 

4. Pukul 03.17 WIT, massa dari masyarakat OAP mulai membakar Ruko milik Sdr. Tumbur Hutagalung di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. 

5. Pukul 03.29 WIT, 17 Personel gabungan TNI Kabupaten Dogiyai dipimpin oleh Letda Arm Hafidz Bachtiar (Pasilog satgas Apter BKO Kodim Persiapan Dogiyai) tiba di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai dan langsung melaksanakan pengamanan di sekitar TKP. 

6. Pukul 03.49 WIT, masyarakat OAP dari depan kantor KNPB Dogiyai yang berada Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu melakukan penyerang terhadap masyarakat pendatang dengan melepar batu dan pemanahan sehingga mengakibatkan aparat TNI mengalami luka panah. 

7. Pukul 03.51 WIT, massa dari masyarakat pendatang  melakukan pembakaran kantor sekretariat KNPB Dogiyai di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. 

8. Pukul 05.30 WIT, aparat keamanan mulai mengundurkan diri untuk kembali ke pos masing-masing. 

9. Pukul 05.47 WIT, situasi terpantau aman, masyarakat pendatang yang mengamankan diri di pos-pos keamanan mulai membubarkan diri. 

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: