Kronologi Penembakan 2 Anggota KKB di Nduga, Para Pelaku Hendak Jual-Beli Pistol

Edy Siswanto ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 12:25 WIT
Kronologi Penembakan 2 Anggota KKB di Nduga, Para Pelaku Hendak Jual-Beli Pistol
Petugas dari kepolisian dan TNI bertemu Bupati Nduga menjelaskan kronologi penembakan 2 anggota KKB. (Foto: Istimewa).

JAYAPURA, iNews.id - Dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, tewas ditembak anggota TNI dari Satgas Yonif PR 330. Para pelaku membawa senjata api jenis pistol, parang dan uang tunai senilai Rp9,5 juta.

Kepala Penerangan Kogabwilhan, Kolonel Czi Gusti Nyoman mengatakan, kronologi penembakan tersebut bermula saat petugas melihat kedua korban bertransaksi senjata api pistol jenis revolver.

"Mereka ini anggota KKB kelompok Egianus Kogoya di wilayah Kenyam," kata Kolonel Gusti dalam keterangan yang diterima iNews.id di Kabupaten Nduga, Papua, Selasa (21/7/2020).

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/7/2020). Saat itu prajurit TNI membantu warga menyeberangi sungai dari arah Tewelma menuju Quari Atas. Kedua anggota KKB tersebut saat itu berbaur bersama warga.

"Setelah menyeberangi sungai masyarakat langsung dijemput oleh mobil pikap menuju Kenyam, tetapi kedua orang KKB tersebut tidak ikut naik," ujar dia.

Ketika itulah anggota satgas curiga dan memantau gerak-gerik keduanya. Mereka diketahui sedang transaksi pembelian senjata api, karena itulah langsung diadang oleh prajurit TNI dan dilakukan penembakan.

Kedua anggota KKB tersebut tewas. Anggota di lapangan mendapati sejumlah barang bukti antara lain, pistol jenis revolver, ponsel milik prajurit TNI yang dirampas satu bulan lalu, parang, kapak dan uang tunai Rp 9,5 juta di dalam tas pelaku.

"Dua orang yang tewas tersebut merupakan anggota KKB, bukan warga sipil," katanya.

Kolonel Gusti Nyoman mengatakan, kabar yang beredar viral di media sosial (medsos) bahwa TNI telah menembak dua warga sipil di Kabupaten Nduga, merupakan informasi yang tidak benar.

Sementara itu, Bupati Nduga Yairus Gwijangge mengatakan, akan memberi penjelasan kepada warga terkait korban tewas yang merupakan anggota KKB. Dengan begitu tidak ada lagi kesalahpahaman.

"Saya akan menjelaskan kalau mereka bukan warga sipil yang tidak bersalah," ujar dia.

Dia juga akan meluruskan berita yang beredar di lingkungan masyarakat dan media sosial terkait kasus penembakan ini. Menurut dia, fakta tersebut harus segera disampaikan agar warga tidak terprovokasi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal