Kronologi Penyerangan Polres Yalimo, Diduga karena Massa Terprovokasi Hoaks

Sindonews, SM Said ยท Jumat, 25 September 2020 - 10:40:00 WIT
Kronologi Penyerangan Polres Yalimo, Diduga karena Massa Terprovokasi Hoaks
Kasat Intel Polres Yalimo Papua, Ipda Samuel Yunus dirawat di rumah sakit akibat diserang massa. (Foto: ist)

YALIMO, iNews.id - Penyerangan di Mapolres Yalimo oleh sekelompok massa diduga karena terprovokasi informasi hoaks. Dalam insiden ini Kasat Intel Ipda Samuel Yunus mengalami luka cukup serius.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, peristiwa itu bermula ketika anggota Polres Yalimo sedang operasi penertiban minuman keras (miras) lokal, Kamis (24/9/2020).

"Ketika itu polisi mendapat laporan telah terjadi perusakan bengkel motor di Elelim karena tempat tersebut diduga menjual miras," kata Kombes Pol Kamal di Kota Jayapura, Papua, Kamis (24/9/2020).

Polisi kemudian mendatangi massa dan menggeledah bengkel tersebut. Petugas mendapati delapan botol miras jenis vodka di dapur, tepat di bawah kompor.

Kemudian massa meminta barang bukti tersebut dibawa ke polres, mereka ikut mengawal polisi hingga ke kantor polisi. Namun tiba-tiba saja, warga tersebut melakukan aksi anarkistis.

Anggota kepolisian lalu menghalau massa keluar dari Mapolres Yalimo. Namun massa malah berkumpul di sekitar tower Telkomsel yang jaraknya sekitar 200 meter dari kantor polisi tersebut.

"Saat itu Kasat Intel Ipda Samuel yang baru saja selesai mengamankan pengambilan nomor urut pasangan calon, mendatangi massa untuk berkomunikasi dan menenangkan mereka," ujar dia.

Tapi seorang warga menganiaya korban, hingga warga terprovokasi. Mereka mengeroyok Ipda Samuel, lalu melarikan diri ke rumah-rumah warga. Sementara korban dilarikan ke puskesmas.

"Kasus ini sedang ditangani Satreskrim Polres Yalimo. Sementara Ipda Samuel dirujuk ke RS Bhayangkara Jayapura untuk mendapat penanganan medis," katanya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal