Manfaat Sarang Semut Papua untuk Kesehatan, Salah Satunya Obat Manjur Cegah Kanker
JAKARTA, iNews.id - Sarang semut merupakan istilah sebuah tumbuhan genus myrmecodia yang berada pada batang atau dahan sebuah pohon. Tumbuhan ini hidup dengan cara menempel atau menumpang pada tumbuhan inang untuk bertahan hidup yang berasal dari Papua.
Selama ini sarang semut cukup dikenal masyarakat akan manfaatnya untuk kesehatan. Rebusan air dari sarang sebut menjadi salah satu obat manjur mencegah kanker dan ada banyak manfaat lainnya.
Dikutip dari BBKSDA Papua Barat, istilah nama karena tumbuhan tersebut sering digunakan semut-semut sebagai tempat tinggalnya. Sarang semut merupakan tumbuhan khas Papua yang banyak ditemui menempel pada tumbuhan bakau dan pegunungan di Pulau Papua.
Total ada 71 spesies sarang semut dari genus Myrmecodia dan Hypnophytum. Namun dari spesies-spesies tersebut, hanya 3 yang dimanfaatkan untuk pengobatan. Salah satunya Myrmecodia pendans.
1. Anti-kanker
Penelitian-penelitian terdahulu telah membuktikan dengan meminum rebusan sarang semut secara rutin dapat mencegah dan mengurangi pertumbuhan kanker. Senyawa yang berperan dalam hal ini yakni senyawa-senyawa polifenol dan flavonoid.
2. Anti-bakteri
Tingginya kadar tannin yang terdapat pada tumbuhan ini dapat berfungsi sebagai antibakteri, terutama dalam organ pencernaan. Dengan meminum rebusan sarang semut, dapat menghentikan diare dalam waktu singkat.
Hal ini karena kandungan tannin dalam sarang semut efektif dalam melumpuhkan bakteri membahayakan dalam saluran pencernaan.
3. Anti-virus
Senyawa Flavonoid memiliki potensi dalam berikatan dan merusak RNA dari SARS CoV-2, sehingga menjadi kandidat obat C Covid-19. Flavonoid yang berpotensi unuk dikembangkan menjadi profilaksis atau terapi melawan penyakit Coronavirus 2019.
4. Pengawet alami ikan
Dalam jurnal terbaru yang ditulis Yuliandri tahun 2019, ekstrak sarang semut dapat menghambat pertumbuhan bakteri potensial yang terdapat pada ikan, yaitu Escherichia coli, Vibrio parahaemolyticus dan Listeria monocytogenes.
Penelitian ini mengungkap peran sarang semut dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan. Dengan demikian, ikan dengan perlakuan pencelupan rebusan sarang semut sebelum penyimpanan, memiliki umur simpan dan daya tahan lebih lama.
Editor: Donald Karouw