Menko Polhukam Segera Umumkan Hasil Investigasi Penembakan Pendeta Yeremia di Intan Jaya

Antara ยท Sabtu, 17 Oktober 2020 - 20:58:00 WIT
Menko Polhukam Segera Umumkan Hasil Investigasi Penembakan Pendeta Yeremia di Intan Jaya
Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta kasus kekerasan di Intan Jaya, Papua, Benny J Mamoto. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penembakan Pendeta Yeremia di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, akan menyerahkan hasil investigasi kepada Menko Polhukam Mahfud MD. Selanjutnya, Mahfud MD segera mengumumkan hasil investigasi kasus penembakan yang terjadi beberapa waktu lalu itu.

"Kami akan menyerahkan hasil investigasi soal penembakan di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya kepada Menko Polhukam Mahfud MD pada Senin (19/10/2020). Perlu kami sampaikan bahwa nanti menyangkut capaian tim akan disampaikan langsung oleh Bapak Menko pada hari Senin," kata Ketua TGPF penembakan Intan Jaya, Benny Mamoto saat jumpa pers secara daring, di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Benny tidak mengungkapkan alasan laporan hasil investigasi penembakan tersebut akan diumumkan langsung oleh Mahfud. Dia hanya menjelaskan, penyidikan yang dilakukannya lebih banyak menggunakan pendekatan kultural sehingga memerlukan kerelaan pihak yang diundang untuk bersaksi terkait insiden itu.

"Perlu kami sampaikan bahwa ketika kami turun yang kami kedepankan adalah pendekatan kultural. Kami bukan penyidik. Kami semata-mata hanya mengumpulkan fakta lapangan, sehingga teknis menggali informasi kami yang harus datang atau kerelaan sendiri ketika kami undang," katanya.

Ketua Harian Kompolnas ini juga mengucapkan terima kasih atas segala bentuk kerja sama yang dilakukan oleh para anggota tim yang bertugas. Menurut dia, anggota TGPF Intan Jaya memiliki komitmen yang tinggi untuk membuat kasus ini menjadi terang.

"Pak Menko telah menyusun tim yang terdiri dari Akademisi, Kejaksaan, Polhukam sendiri, serta tokoh agama. Ternyata komitmen tim yang begitu tinggi solid dan penuh semangat itulah yang membuat 14 hari bisa dengan padat kami bisa melakukan berbagai kegiatan dan mencapai target," kata Benny.

Kegiatan yang dilakukan oleh TGPF di Bumi Cenderawasih itu, antara lain mengumpulkan data, melakukan kroscek informasi, serta berkomunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat.

"Saya melihat, keterwakilan dari pihak yang mengadukan ikut dalam tim kami itulah salah satu bentuk transparansi. Saya yang dituakan di tim memberi kesempatan seluas-luasnya perwakilan untuk bertanya mengklarifikasi. Bisa dipastikan laporan dari tim ini yang akan dipercaya, karena diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menggali," tuturnya.


Editor : Maria Christina