Ini Alasan Sekda Raja Ampat Umumkan Seleksi CPNS Tanpa Sepengetahuan Bupati

Chanry Andrew Suripatty ยท Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:35 WIT
Ini Alasan Sekda Raja Ampat Umumkan Seleksi CPNS Tanpa Sepengetahuan Bupati
Protes warga terhadap hasil CPNS Fakfak. (Foto: iNews/Rahman).

WAISAI, iNews.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Raja Ampat, Yusuf Salim, membenarkan dirinya telah mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2018 tanpa sepengetahuan Plt Bupati Manuel Urbinas. Sebab ada kewenangan atas dirinya sebagai ketua pansel.

Yusuf mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Plt Bupati Manuel. Namun dia meminta agar pengumuman ditunda dulu. Sementara dari hasil komunikasi dengan Kemenpan RB dan BKN, pemberitahuan ini tidak bisa ditunda.

"Karena ini berkaitan dengan postur APBN. Formasi 2018 dianggarkan pada 2020. Jika ditunda lagi, yang rugi para peserta CPNS yang lulus seleksi," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2020).

Selain itu, data peserta CPNS ini akan dimasukkan untuk penerbitan nomor induk pegawai (NIP) per 1 November, paling lambat pada Desember mendatang. Karena pertimbangan inilah dia memutuskan untuk segera mengumumkan hasil tes ini.

"Tapi saya sebagai ketua panitia seleksi daerah CPNS diberikan ruang untuk mengumumkan hasil CPNS 2018. Saya siap bertanggung jawab dengan seluruh hasilnya dengan pertimbangan yang saya sebutkan," ujar dia.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2018. Ada 320 orang yang dinyatakan lulus, dengan ketentuan 80 persen warga asli Papua dan 20 persen dari non-Papua.

Sementara Plt Bupati Manuel Urbinas menyoroti langkah Sekda Yusuf Salim yang mengambil keputusan tanpa sepengetahuannya. Dia merasa posisinya sebagai pelaksana tugas kepala daerah telah dilangkahi oleh sekda.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal