Bila Kotak Kosong Menang di Pilkada Raja Ampat, Begini Kata KPU

Chanry Andrew Suripatty ยท Selasa, 13 Oktober 2020 - 13:55:00 WIT
Bila Kotak Kosong Menang di Pilkada Raja Ampat, Begini Kata KPU
Aksi unjuk rasa warga di Raja Ampat yang siap memenangkan kotak kosong. (Foto: iNews/Andrew Chanry).

WAISAI, iNews.id - Pelaksanaan Pilkada 2020 di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, hanya diikuti calon tunggal. Komisi pemilihan umum (KPU) menyebut pasangan calon yang terdaftar dipastikan melawan kotak kosong.

Satu-satunya peserta pilkada yang ikut serta dalam kontestasi tersebut yakni, Abdul Faris Umlati-Ordeko Burdam. Sebanyak 12 parpol memberikan dukungan kepada pasangan calon tersebut.

Komisioner KPU Raja Ampat, Mus Saifuddin mengatakan, kotak kosong dijamin undang-undang menjadi bagian peserta pemilu, sehingga tetap ada dua pilihan bagi warga.

"Itu bagian dari demokrasi, sehingga masyarakat memiliki pilihan saat pencoblosan. Mau memilih calon tunggal dan kotak kosong, keduanya sah," kata Mus saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Calon tunggal baru bisa dinyatakan menang bila memperoleh suara 50 persen plus satu. Semisal, ada 2.000 suara sah, peserta pilkada itu harus mendapatkan 1.001 suara.

"Begitu juga sebaliknya, jika kolom kosong memiliki perolehan suara melebihi calon tunggal maka, kolom kosong dinyatakan menang," ungkapnya.

Bila kondisi ini yang nantinya terjadi, KPU akan melakukan pleno penundaan pilkada dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Selanjutnya segera ditunjuk penjabat sementara atau pjs kepala daerah.

"Pejabat sementara yang nantinya melihat serta mengatur tahapan pilkada selanjutnya. Jika ada pilkada di tahun berikutnya," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal