Duh, Sebagian Warga di Raja Ampat Lebih Pilih Kotak Kosong saat Pilkada

Chanry Andrew Suripatty ยท Selasa, 06 Oktober 2020 - 15:35:00 WIT
Duh, Sebagian Warga di Raja Ampat Lebih Pilih Kotak Kosong saat Pilkada
Aksi unjuk rasa warga di Raja Ampat yang siap memenangkan kotak kosong. (Foto: iNews/Andrew Chanry).

WAISAI, iNews.id - Sebagian warga di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, kecewa dengan kepemimpinan Bupati Faris Umlati pada peridoe pertama. Mereka lebih memilih memenangkan kotak kosong saat Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

"Banyak janji politik dari Faris saat menjabat sebagai Bupati tidak terpenuhi," kata seorag warga di Kampung Wejim Timur, Yakobus, saat dikonfirmasi iNews, Selasa (6/10/2020).

Beberapa kali tim sukses pasangan calon tunggal bupati dan wakil bupati ini ditolak warga saat masuk ke kampung-kampung. Di antaranya Kampung Wejim Barat Distrik Kepulauan Sembilan, Kampung Meosmanggara Distrik Waigeo Barat Kepulauan.

Kemudian Kampung Boni dan Warkori Distrik Wawarbomi, serta Masyarakat yang ada di Distrik Waigeo Utara. Kondisi ini dinilai karena warga sudah tidak ingin posisi kepala daerah kembali diemban oleh kandidat petahana tersebut.

"Masyarakat di Raja Ampat mulai sadar proses demokrasi, bahwa sebagai konstituen, mereka bisa saja memilih kotak kosong," kata Ketua Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB), Alberth Mayor.

Aksi penolakan warga di kampung-kampung ini juga dikarenakan arti demokrasi di daerahnya sudah mati, karena calon kepala daerah sudah memborong semua partai politik.

"Warga di Raja Ampat semakin cerdas. Pilihan alternatif (kotak kosong)itu di jamin undang-undang dan konstitusi negara," ujar dia.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal