Pascateror KKB, Anggota TGPF Penembakan Pendeta di Intan Jaya Pakai Rompi Antipeluru

Chanry Andrew Suripatty ยท Sabtu, 10 Oktober 2020 - 21:16:00 WIT
Pascateror KKB, Anggota TGPF Penembakan Pendeta di Intan Jaya Pakai Rompi Antipeluru
Anggota TGPF yang tertembak KKB usai menginvestigasi penembakan pendeta di Intan Jaya, dievakuasi ke Jakarta. (Foto: Istimewa)

JAYAPURA, iNews.id - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya akan terus bekerja untuk mengungkap kasus penembakan Pendeta Yeremia di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, pada September 2020. Teror penembakan di Mamba Bawah, Distrik Sugapa, Papua, Jumat (9/10/2020), yang melukai anggota tim dan salah satu anggota TNI tidak membuat TGPF gentar.

“Kami di TGPF sama sekali tidak gentar karena peristiwa penembakan kemarin yang menyebabkan salah satu anggota tim, pak Bambang Purwoko tertembak. Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada tim ini,” kata Ketua TGPF Intan Jaya, Benny J Mamoto dari Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Sabtu (10/10/2020).

Benny J Mamoto juga menegaskan, seluruh anggota TGPF yang bertugas di Intan Jaya diharuskan menggunakan rompi dan helm antipeluru. Tujuannya untuk memastikan agar semua anggota tim selamat dari serangan yang bisa mengancam jiwa mereka.

“Kami menggunakan rompi dan helm antipeluru karena ini daerah berbahaya. Kami tidak pernah tahu kapan dan dari mana serangan akan datang dan itu sudah menjadi SOP di daerah konflik seperti ini,” ujar Benny.

Pernyataan ini sekaligus menanggapi pihak-pihak tertentu yang menyamakan tim investigasi kasus penembakan Pendeta Yeremia di Intan Jaya itu dengan kombatan. “Kalau tim ini bagian dari kombatan, buktinya yang tertembak adalah adalah Pak Bambang, anggota TGPF yang adalah warga sipil, dosen dan peneliti dari UGM Yogyakarta” kata Benny.

Benny menambahkan, saat ini tim masih berada di Sugapa dan melanjutkan investigasi dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa orang yang kemarin dijadwalkan ulang. Pemeriksaan ini sebagai lanjutan atas wawancara terhadap sejumlah saksi di lokasi penembakan Pendeta Yeremias Zambani di Hitadipa, Jumat kemarin.

Para saksi menceritakan apa yang dilihat dan didengar di lokasi dan sekitar lokasi saat peristiwa penembakan itu terjadi. Sementara tim yang berada di Jayapura hari ini juga melanjutkan tugas dengan bertemu sejumlah pihak, termasuk tokoh gereja.

“Mohon doanya agar rencana-rencana selanjutnya berjalan lancar, hingga kami menyelesaikan tugas ini dengan baik,” ujar Benny yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Selama berada di Sugapa, Intan Jaya, anggota TGPF dijaga secara ketat untuk menghindari berbagai kemungkinan yang bisa mengancam keselamatan jiwa mereka. Setelah peristiwa penembakan terhadap Bambang Purwoko dan anggota TNI yang mendampingi mereka hari Jumat kemarin, pengawalan terhadap anggota tim juga semakin diperketat.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: