Pemkot Jayapura Tolak Rencana Pemprov Papua Tutup 5 Kelurahan akibat Covid-19

Antara ยท Sabtu, 25 Juli 2020 - 02:12 WIB
Pemkot Jayapura Tolak Rencana Pemprov Papua Tutup 5 Kelurahan akibat Covid-19
Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menolak rencana Pemprov Papua terkait penutupan lima kelurahan akibat tingginya kasus Covid-19 di wilayah itu. Kelima kelurahan yang direncanakan ditutup yaitu Kelurahan Bhayangkara, Gurabesi, Hamadi, Entrop, dan Waimhorok.

"Saya selaku wali kota belum pernah dilaporkan tentang adanya rencana tersebut dan penutupan itu bukan wewenang provinsi, " kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, Jumat (24/7/2020).

Benhur mengungkapkan, untuk menutup suatu wilayah apakah sudah dipikirkan berapa besar anggaran yang harus disediakan khususnya untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemkot tidak mendukung rencana tersebut karena selain anggaran yang sudah makin menipis seharusnya ada koordinasi terlebih dahulu namun hingga kini hal itu belum ada.

“Tidak mudah menutup suatu lokasi, apalagi kelurahan karena semua aspek harus dipikir dan dipersiapkan terlebih dahulu mengingat selama wilayah itu ditutup maka seluruh warga wajib menerima bantuan,” kata Benhur.

Dia mengakui, tingkat kesadaran warganya masih kurang terutama dalam penggunaan masker yang menjadi salah satu cara memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

“Akibatnya jumlah warga yang positif Covid-19 terus meningkat,. Banyak warga yang masuk kategori "orang kepala batu/OKB," ujarnya.

Untuk mengurangi OKB, pihaknya sudah meminta tokoh agama, tomas dan ketua paguyuban agar senantiasa menyampaikan pentingnya mematuhi protokol kesehatan terkait Covid-19 dan dampaknya.

“Dari laporan yang diterima sudah 240 tenaga medis di Kota Jayapura yang positif Covid-19 sehingga diharapkan masyarakat benar-benar mematuhi dengan menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” ujar Benhur.

Hingga Jumat (24/7/2020) warga di Kota Jayapura yang positif tercatat 1.688 orang, 526 orang dinyatakan sembuh, 1.139 dirawat dan 23 orang meninggal.


Editor : Kastolani Marzuki