Persediaan Hazmat untuk Tangani Pasien Covid-19 di Sejumlah RS Jayapura Menipis

Antara · Sabtu, 18 Juli 2020 - 06:30 WIT
Persediaan Hazmat untuk Tangani Pasien Covid-19 di Sejumlah RS Jayapura Menipis
Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Persediaan hazmat atau hazardous material suit yang digunakan saat menangani pasien Covid-19, mulai menipis di sejumlah rumah sakit di Kota Jayapura, Provinsi Papua. Pakaian ini dibutuhkan oleh tenaga medis seperti dokter dan perawat agar tidak terkontaminasi virus corona selama merawat pasien.

"Memang sudah ada laporan terkait menipisnya persediaan hazmat. Kami akan mencari solusi untuk membantu," kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) di Jayapura, Jumat (17/7/2020).

Dia menjelaskan, walaupun alat pelindung diri (APD) hazmat saat ini terbatas, pelayanan terhadap pasien Covid-19. Tenaga medis masih bisa tetap maksimal bekerja dengan menggunakan hazmat yang tersedia.

Wali Kota berharap persediaan hazmat bisa segera ditambah sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 dapat lebih maksimal. Apalagi, di wilayah Kota Jayapura terdapat tujuh rumah sakit yang menangani dan menjadi rujukan Covid-19.

​​​Dia menambahkan,dia mendapat laporan RS Provita, salah satu rumah sakit ditutup pada Jumat pagi. Penutupan layanan kesehatan itu disebabkan banyaknya tenaga kesehatan yang positif Covid-19. "Jadi, selain merawat para tenaga kesehatan yang positif Covid-19, juga sudah dilakukan sterilisasi gedung," kata Wali Kota Jayapura.

Diketahui, jumlah warga yang positif Covid-19 di Kota Jayapura hingga Kamis (16/7/2020) tercatat sebanyak 1.442 orang. Sebanyak 912 orang di antaranya masih dirawat, 513 orang sembuh, dan 17 orang meninggal. Sementara jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 di Papua tercatat sebanyak 2.424 orang. Warga yang masih dirawat 1.199 orang dan 26 orang meninggal.


Editor : Maria Christina