Personel Satgas Yonif 125 Bantu Persalinan Ibu Hamil di Tengah Hutan Papua

Andi Mohammad Ikhbal ยท Senin, 07 September 2020 - 18:20:00 WIT
Personel Satgas Yonif 125 Bantu Persalinan Ibu Hamil di Tengah Hutan Papua
Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa saat membantu persalinan ibu hamil di Merauke, Papua. (Foto: Puspen TNI)

MERAUKE, iNews.id - Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa membantu proses persalinan ibu hamil yang melahirkan anak ketiga di tengah hutan Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Tindakan ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Dansatgas Yonif 125/Simbisa Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan, ada tiga personel Satgas dari Pos Yakyu dipimpin Danpos Letda Inf Zul Efendi terjun langsung membantu proses persalinan terhadap Isok Sendie Dimar (31) warga Kampung Yakyu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Sabtu (5/9/2020).

Sebelumnya, personel menerima informasi dari Kristina Maywa (40) yang datang ke pos meminta pertolongan satgas untuk membantu persalinan.

“Dengan sigap dan cepat, Letda Inf Zul Efendi beserta dua orang anggota tim kesehatan langsung bergegas menuju tempat persalinan,” ujar dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2020).

Seusai melahirkan, kondisi Isok agak lemas sehingga Danpos Yakyu memerintahkan anggota memasang infus untuk membantu memulihkan staminanya.

"Kami bersyukur kondisi Ibu Isok dan bayinya dalam keadaan sehat. Sekarang tinggal proses pemulihan saja,” ucap Dansatgas.

Menurutnya, apa yang dilakukan anggota Satgas ini merupakan implementasi delapan wajib TNI untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat.

Sementara itu, Lukas Maywa (36) suami dari ibu hamil mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari anggota satgas.

"Kami berterima kasih, berkat bantuan Bapak Satgas, proses persalinan istri saya dapat berjalan dengan lancar," katanya.

Dia mengungkapkan, kehadiran satgas di kampung tersebut sangat dirasakan dan membantu warga.

"Kiranya Tuhan senantiasa memberkati kita semua. Teristimewa Bapak-Bapak Satgas dalam menjalankan tugasnya,” ujar Lukas.


Editor : Donald Karouw