Polda Papua: Jelek Waker Dalang Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya

Kastolani, Antara ยท Senin, 21 September 2020 - 20:10:00 WIT
Polda Papua: Jelek Waker Dalang Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal. (Foto: Antara)

Dari keterangan yang didapat saat itu, almarhum bersama istri ke kandang ternak babi untuk memberi makan. Kemudian, istrinya kembali ke rumah di kampung duluan. Namun, hingga pukul 19.00 WIT, korban tidak kembali ke rumah. Istri korban kemudian mencari ke kandang ternak yang berada di kampung Bomba dan melihat korban sudah meninggal dunia.

“Itu yang saya dengar, karena belum ke kampung tersebut sehingga saya tidak dapat berbicara lebih jauh,” kata Kombes Kamal sebagaimana disampaikan Pendeta Miagoni.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, akibat retetan kasus tersebut telah menimbulkan korban, baik anggota TNI maupun warga sipil di Kabupaten Intan Jaya.

Hal itu dilakukan KKB menjelang Sidang Umum PBB akhir bulan ini. Masyarakat diharapkan tidak terprovokasi dengan fitnah yang disebar melalui media sosial yang menyudutkan TNI-Polri.

“TNI bersinergi dengan Polri bertugas untuk melindungi masyarakat dari kebiadaban KKB seperti yang telah mereka tunjukkan dalam seminggu terakhir ini,” kata Kombes Kamal.

Sementara GKII dalam akun Facebook resminya menyebutkan, informasi yang mereka peroleh dari Ketua GKII Wilayah 2 Papua, Ketua Klasis (Daerah) Hitadipa Kabupaten Intan Jaya bernama Pendeta Yeremia Zanambani diduga ditembak oleh aparat TNI dalam operasi militer.

“Pendeta Zanambani ditembak kemarin sore sewaktu beliau ke kandang babinya. Ini merupakan kesedihan yang mendalam karena beliau adalah tokoh rohani yang luar biasa di antara orang Moni, penginjil yang setia dan berintegritas serta penerjemah Alkitab ke dalam bahasa Moni,” kata GKII.

Akibat penembakan dan konflik itu, tujuh hingga delapan gereja kosong karena semua jemaat gereja lari ke hutan. “Doakan karena ini merupakan pukulan berat bagi pelayanan GKII di Intan Jaya. Kami sungguh berdukacita kehilangan tokoh rohani bagi orang Moni. Doakan rencana permakaman besok dan kiranya aparat dapat bijaksana dan berlaku adil dalam menjaga rakyat yang tidak berdosa. Salam,” kata GKII.


Editor : Maria Christina