Polisi Masih Selidiki Penyebab Justin Dimara Tewas Usai Disemprot Water Cannon di Jayapura

Antara, Fredy Nuboba ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 07:05:00 WIT
Polisi Masih Selidiki Penyebab Justin Dimara Tewas Usai Disemprot Water Cannon di Jayapura
Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas saat melayat ke rumah duka. (Foto: Polresta Jayapura Kota)

JAYAPURA, iNews.id - Polda Papua masih menyelidiki penyebab pasti kematian Justin Dimara (35), di Kota Jayapura. Pria itu tewas pada Senin (25/5/2020), setelah terjatuh akibat disemprot dengan water cannon di areal Restoran Tenderloin, Jalan Amphibi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, penyelidikan itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah korban yang saat itu dalam keadaan mabuk terjatuh akibat semprotan langsung air dari Armored Water Cannon (AWC) atau tidak.

Insiden yang terjadi Senin (25/5/2020) itu, berawal saat patroli gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Papua berupaya membubarkan warga yang mengonsumsi minuman keras di depan ruko di kawasan Hamadi. Namun, korban beserta rekan-rekannya tidak mengindahkan. Bahkan, mereka melempar dengan menggunakan botol.

Akibatnya anggota yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Papua melakukan tindakan. Petugas menyemprotkan air dari AWC hingga mereka berlarian. "Namun, JD terjatuh dan meninggal sesaat setelah dievakuasi ke RS AL Hamadi," kata Kombes Kamal.

Kamal mengatakan, Propam Polresta Kota Jayapura dibantu Polda Papua masih melakukan pemeriksaan sesuai aturan yang berlaku di lingkungan internal kepolisian. Lewat penyelidikan itu akan bisa dipastikan apakah ada kesalahan prosedur (SOP) atau tidak dalam penyemprotan air dari AWC.

"Propam Polresta Kota Jayapura dibantu Polda Papua masih melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas mengatakan, selain memeriksa saksi mata, juga akan diselidiki melalui CCTV untuk mengetahui apakah korban terjatuh akibat semprotan secara langsung atau tidak.

"Pemeriksaan masih dilakukan dengan dibantu Propam Polda Papua," kata AKBP Gustav Urbinas pula.

Dari hasil pemeriksaan RSAL dr Soedibjo Sardadi, korban meninggal dunia akibat benturan pada bagian kepala. Korban mengalami pendarahan pada telinga kanan dan hidung bagian kiri.

Insiden tersebut membuat warga dan keluarga korban sempat memblokade ruas jalan di Hamadi yang menghubungkan jalan ke Entrop.


Editor : Maria Christina