Polisi Tangkap Pengecer BBM di Kota Sorong, Jual Harga di Atas Normal
SORONG, iNews.id – Sejumlah pengecer bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong ditangkap polisi karena memainkan harga dengan menjual BBM di atas ketentuan.
Kelangkaan BBM di Kota Sorong telah memicu reaksi dari warga. Mereka menginspeksi tempat-tempat penjualan BBM eceran di tepi jalan dan memarahi para penjual yang sangat tidak manusiawi menjual BBm dengan harga selangit mencapai Rp75.000 per liter.
Kapolresta Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, terkait maraknya aksi penjualan BBM ilegal dengan harga eceran tertinggi mencapai Rp75.000, Polres Sorong Kota menangkap dua pelaku pedagang BBM ilegal.
Mereka diamankan beserta barang bukti dan di jerat dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak, serta KUHP.
“Polisi telah bergerak untuk melakukan sidak di sejumlah titik di Kota Sorong yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM yang dilakukan oleh para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya, Minggu (7/11/2021)
Ary Nyoto juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya akan isu-isu hoaks yang menyebabkan warga menjadi panik.
Terkait kelangkaan BBM di Kota Sorong, Ary Nyoto mengaku sudah memangggil langsung lima pengelola SPBU dan pihak Pertamina untuk berkoordinasi dan memberikan warning tegas terkait masalah kelangkaan BBM tersebut.
“Kami tidak akan segan-segan untuk menindak tegas para operator BBM di SPBU dan pengelola serta oknum-oknum pada Pertamina yang kedapatan melakukan pelanggaran hukum terkait kelangkaan bbm dan permainan jual beli BBM,” katanya.
Penjual BBM eceran, Irianti mengaku mendapatkan BBM dari para sopir angkot dan para pengendara motor yang telah mengisi berulang-ulang di SPBU. Mereka kemudian menjualnya kepada para pedagang BBM eceran.
“Saya tidak menjual bbm hingga harga mencapai Rp75.000, hanya menjual Rp25.000u untuk setengah liter bbm jenis pertalite. Harga paling tinggi yang dijual Rp50.000 per liter,” katanya.
Antrean kendaraan di beberapa SPBU Kota Sorong per lahan mulai terurai setelah Pertamina menambah pasokan BBM kea seluruh SPBU di hingga 200 persen dari kuota normal. Hal ini dilakukan pihak pertamina untuk menjaga ketersedian stok bbm di SPBU.
Editor: Kastolani Marzuki