Salah Administrasi, Istri Bakal Calon Bupati Teluk Bintuni Perbaiki Berkas KPU

Chanry Andrew Suripatty ยท Selasa, 15 September 2020 - 13:10:00 WIT
Salah Administrasi, Istri Bakal Calon Bupati Teluk Bintuni Perbaiki Berkas KPU
Perbaikan berkas calon Bupati Teluk Bintuni. (Foto: iNews/Andrew Chanry).

BINTUNI, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Teluk Bintuni mendapati laporan dari perempuan atas nama Sri Utamiati terkait kesalahan administrasi pendaftaran calon bupati Ali Ibrahim Bauw. Pelapor merupakan istri pertama kandidat peserta Pilkada 2020 tersebut.

Dia menyatakan keberatan dengan berkas yang dilampirkan sang suami untuk mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Teluk Bintuni periode 2020-2025. Laporan ini disampaikan ke website KPUD setempat pada Senin (14/9/2020).

"Terdapat beberapa hal yang membuat saya keberatan, hal ini akan merugikan saya, khususnya anak-anak kandung saya," tulis Sri Utamiati dalam laporannya ke KPU di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (15/9/2020).

Beberapa kesalahan administrasi tersebut yakni kartu keluarga (KK) yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bandung. Sementara KK yang dilampirkan istri Ali Ibrahim atas nama Clara Agusthina Tangalayuk.

Sri Utamiati, pensiunan PNS yang tinggal di Kota Bandung ini kemudian merinci beberapa poin yang menjadi keberatannya. Pertama terkait dengan daftar riwayat hidup yang disampaikan Ali Ibrahim Bauw menuliskan nama sang istri Sri Utami, bukan Sri Umiati.

"Kedua status jumlah anak terlulis tiga, seharusnya empat," ujar dia.

Tak hanya itu, Sri juga mempersoalkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN). Menurut Sri, seorang calon kepala daerah seharusnya menyampaikan laporan itu dengan ditandatangi pihak keluarga, termasuk anak dan istri.

"Tetapi saya sebagai istri sah juga sebagai pelapor, tidak pernah memberikan kuasa pada siapapun baik tertulis ataupun lisan untuk menandatangani LHKPN tersebut," katanya.

Terkait laporan tersebut, Ali Ibrahim Bauw, tidak menanggapi konfirmasi iNews untuk mengklarifikasi dugaan kesalahan administrasi tersebut. Dia tidak mengangkat telepon dan membalas pesan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal